LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

SDM inovatif dan kreatif jadi kunci persaingan di era digital

Hasil penelitian di Universitas Oxford, Inggris, menyatakan bahwa peluang penggantian pekerjaan oleh teknologi mencapai 50 persen. Efeknya, akan banyak pengangguran.

2017-11-24 10:36:08
Tenaga Kerja
Advertisement

Perkembangan teknologi saat ini melahirkan cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan di berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan, jasa dan lain sebagainya. Kondisi ini kemudian menuntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, inovatif serta berdaya saing.

Intinya, perlu ada paradigma baru di dunia pendidikan dalam beradaptasi dengan kebutuhan industri ke depannya.

Hasil penelitian di Universitas Oxford, Inggris, menyatakan bahwa peluang penggantian pekerjaan oleh teknologi mencapai 50 persen. Efeknya, akan banyak pengangguran.

Advertisement

Salah satu solusi masalah ini dicoba diselesaikan melalui Youth Involvement Forum. Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Forum yang diadakan di Banyuwangi pada 24-27 November 2017 ini menjadi salah satu upaya memperkuat daya saing anak muda Indonesia dalam rangka membangun jaringan dan mendorong revitalisasi pendidikan berbasis dunia usaha industri dan entrepreneurship.

Direktur Eksekutif Indonesia Youth Forum, Amizar Isma mengatakan, Youth Involvement Forum ini terinspirasi dari kegelisahan mengenai kenaikan Indeks Daya Saing Global (The Global Competitiveness Index) dari rangking 41 (2016) ke 36 (2017) tidak berbanding lurus dengan tren peningkatan penyerapan tenaga kerja dari tahun ke tahun khususnya alumni SMK.

Hal ini diperkuat dengan data BPS 2015- 2017, adanya tren tingkat pengangguran SMK 3 tahun terakhir per Februari (2015, 2016 dan 2017) yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Advertisement

"Kondisi ini menunjukkan adanya indikasi minimnya penyerapan tenaga kerja karena gap kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri," ucap Amizar.

Oleh sebab itu, kondisi di atas menuntut SDM yang qualified (inovatif, kreatif dan berdaya saing) di semua sektor seperti pendidikan, ketenagakerjaan, perindustrian dan lain-lain dengan membangun kesadaran dan tanggung jawab link and match diberbagai sektor agar SDM.

"Politicall will pemerintah sebenarnya sudah ada dengan keluarnya Inpres No 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dan rangka peningkatan kualitas dan SDM Indonesia. Akan tetapi, implementasi masih lambat bahkan keberadaan Inpres tersebut belum diketahui oleh banyak instansi teknis," katanya.

Oleh karne itu, Youth Involvement Forum katanya hadir untuk menjembatani itu, mewujudkan partisipasi aktif generasi muda dan stakeholder dalam gerakan ini. "Kegiatan ini diikuti oleh guru produktif SMK, usahawan muda, penggiat pendidikan vokasi, mahasiswa dalam dan luar negeri."

Baca juga:
Tenaga kerja ahli berbahasa asing jadi buruan di 2018
Survei: Pekerja dengan keahlian TI jadi buruan di tahun depan
Pemkab Purwakarta dan KJRI Jeddah bantu kepulangan TKI korban kecelakaan kerja
Survei: Warga Malaysia sering lembur bekerja, orang Singapura kurang tidur
Jambore TIK 2017, pemerintah siapkan disabilitas masuki dunia kerja

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.