LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sampah Plastik, Ancam Keuntungan RI Sebagai Penghasil Produk Laut Terbesar Dunia

Menko Luhut mengangkat berbagai inisiatif Indonesia dalam upaya untuk melindungi sumber daya kelautan khususnya dari sampah plastik. Hal ini disampaikan Menko Luhut dalam Workshop on Initiating a Global Insititute and Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance di Indonesia Pavilion Promenade, Annual Meeting WEF 2019.

2019-01-25 10:02:27
Sampah Plastik
Advertisement

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengangkat berbagai inisiatif Indonesia dalam upaya untuk melindungi sumber daya kelautan khususnya dari sampah plastik. Hal ini disampaikan Menko Luhut dalam Workshop on Initiating a Global Insititute and Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance di Indonesia Pavilion Promenade, Annual Meeting WEF 2019 di Davos, Swiss.

Menko Luhut mengatakan, sebagai negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17,000 pulau, laut merupakan salah satu pusat perekonomian bagi Indonesia.

"Sebagai negara kedua terbesar penghasil produk laut di dunia, tidak heran jika sektor industri laut memegang peranan yang signifikan terhadap angka Produk Domestik Bruto Nasional," jelas Menteri Luhut.

Advertisement

Sektor laut menyerap lebih dari 4 persen jumlah total tenaga kerja di Indonesia. Laut juga merupakan kunci utama akses pemenuhan kebutuhan protein bagi jutaan orang, sektor wisata yang kuat, sumber utama industri budi daya air, dan juga menjadi rumah untuk jutaan orang.

Seperti negara-negara lainnya, Indonesia melihat berbagai tantangan terhadap laut, salah satunya adalah isu plastik di lautan. Belum lagi bencana alam yang belakangan kerap terjadi juga memberikan efek terhadap komunitas lautan di Indonesia, salah satunya adalah bencana tsunami yang belum lama terjadi di Selat Sunda, Indonesia.

"Saat ini Indonesia melakukan banyak hal untuk melindungi laut dari sampah plastik, salah satunya dengan gerakan Tri Hita Karana for Clean Bali, dimana penggunaan plastik sekali pakai dilarang sejak bulan Juni," lanjut Menko Luhut.

Advertisement

Upaya ini dilakukan untuk keberlanjutan dari sumber laut. Sudah lama plastik menjadi ancaman bagi lingkungan dan juga kehidupan manusia. Sehingga dampak buruknya untuk generasi Indonesia selanjutnya harus ditangani dengan baik.

"Kami tidak mau melihat generasi Indonesia yang stunting di masa depan," terang Menko Luhut.

Komitmen Indonesia untuk melindungi laut dari sampah plastik juga ditunjukkan dengan keaktifan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota dari High Level Panel dalam Sustainable Ocean Economy. Indonesia juga telah memperkenalkan sistem perekonomian untuk kelautan guna mendukung nelayan lokal dan menjadi solusi untuk melindungi keanekaragaman hayati laut Indonesia.

Baca juga:
Pantai Kuta Dipenuhi Sampah Kayu dan Plastik, Wisatawan Dilarang Berenang
Kali Pisang Batu Bekasi Kembali jadi Lautan Sampah
Kurangi Kantung Plastik, Wali Kota dan PKK Kota Bitung Perkenalkan Tas Jaring
1.700 Ton Sampah Diangkut dari Kali Pisang Batu Bekasi
Wartawan KBS Korea Wawancara Wali Kota Bitung Soal Program Pengurangan Sampah
Soal Pergub Larangan Plastik, Gubernur Anies Masih Bahas Soal Sanksi
'Lautan' Sampah di Kali Pisang Batu Mulai Dibersihkan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.