Said Didu: Sejak dulu, Lion Air sudah jadi anak emas
"Lion ini nggak betul sama sekali. Dia jadi anak istimewa sejak 2006."
Kementerian Perhubungan menyatakan Lion Air sudah menunda sebanyak 16 penerbangan semalam. Ratusan penumpang dibiarkan terkatung-katung di terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Proses penyelesaian berjalan lambat. Hadi Mustofa Djuraid, Staf Khusus Menteri Perhubungan Lion Air, menilai maskapai milik Rusdi Kirana itu tak kooperatif.
Alih-alih menjatuhkan sanksi berat, Kemenhub hanya mengirim surat teguran. Malahan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta PT Angkasa Pura II menalangi dulu pengembalian uang tiket.
Mengapa sikap otoritas perhubungan terhadap Lion Air masih lunak? Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu punya jawabannya.
"Saya dari dulu merasakan kalau Lion Air ini anak istimewa. Tidak ada yang berani menegur," ucapnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2).
Menurutnya, Kementerian Perhubungan hanya bersikap keras terhadap maskapai penerbangan diluar Lion Air.
"Yang lain gampang sekali, siapa dibalik Lion saya tidak tahu. Lion ini nggak betul sama sekali. Dia jadi anak istimewa sejak 2006."
(mdk/yud)