LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Said Didu: Biar Lebih Lincah, Merpati Sebaiknya Dipegang Swasta

Mantan Komisaris Utama Merpati Said Didu mengatakan sebaiknya porsi kepemilikan Merpati lebih besar dipegang pihak swasta. Dengan demikian pemerintah juga menjadi pemilik, tapi dengan porsi yang kecil.

2018-11-17 15:01:38
Merpati Airlines
Advertisement

Mantan Komisaris Utama Merpati Said Didu mengatakan sebaiknya porsi kepemilikan Merpati lebih besar dipegang pihak swasta. Dengan demikian pemerintah juga menjadi pemilik, tapi dengan porsi yang kecil.

"Kalau saya ditanya, saya demi kelincahan lebih bagus bukan BUMN," kata dia, di sela-sela diskusi bertajuk 'Semoga Merpati Tak Ingkar Janji', di Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (17/11).

Menurut dia, dengan kepemilikan swasta lebih besar, maka manajemen Merpati akan lebih mudah mengambil keputusan bisnis. "Supaya dia lebih lincah, misalnya pas kekurangan modal atau uang, itu harus pakai izin DPR bisa thawaf dan saif (waktunya lama) mereka, tapi kalau di swasta maka dia lebih lincah untuk mengambil keputusan," jelas dia.

Advertisement

"Contohnya, sekarang kalau kita mau naik pesawat, jam sekian beda dengan jam berikutnya. Nah kalau kita ganti harganya nanti ditanya lagi sama BPK kenapa kau turunkan harganya tiketnya, padahal dari pada kursi kosong ya turunkan harganya dong. Karena itu, menurut saya demi kelincahan ya pemerintah minoritas saja lah," imbuhnya.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini pun menjelaskan sebenarnya tidak ada perbedaannya perlakuan antara maskapai swasta dan BUMN. Sebab standar yang diterapkan di dunia penerbangan adalah sama.

"Saya belum tahu, bagaimana komposisi pemegang sahamnya, karena belum tahu persis. Tapi antara BUMN atau tidak, sekarang tidak ada perbedaan sama sekali, karena Undang-Undang regulasi penerbangan itu tidak membedakan terhadap BUMN dan bukan. Jadi tidak terlalu penting lagi, apakah tidak atau iya," tegas dia.

Advertisement

Sebagai informasi, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) siap kembali mengudara pada 2019. Ini karena Merpati Airlines telah mendapatkan komitmen suntikan modal dari Intra Asia Corpora sebesar Rp 6,4 triliun.

Baca juga:
YLKI: Kembalinya Merpati Bakal Kurangi Dominasi Maskapai di Penerbangan RI
Said Didu: Biar Lebih Lincah, Merpati Sebaiknya Dipegang Swasta
Said Didu Angkat Topi Ada Investor Mau Suntik Dana ke Merpati
Cerita Mantan Komisaris Utama Merpati, Beli Avtur Pakai Uang Pribadi
Merpati Bakal Lunasi Pesangon 1.532 Karyawan Senilai Rp 365 miliar
Ini Keuntungan Jika Merpati Kembali Terbang di 2019
Kementerian BUMN Belum Bisa Pastikan Status Merpati Airlines

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.