LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rusia-Ukraina Masih Perang, Impor Bahan Baku Pupuk Belum Pulih

Situasi di Eropa Timur yang terus memanas dengan berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, turut berpengaruh terhadap suplai impor bahan baku pupuk di Indonesia. Impor bahan baku pembuatan pupuk saat ini sudah membaik, namun belum pulih seutuhnya.

2023-07-03 13:26:59
Pupuk
Advertisement

Situasi di Eropa Timur yang terus memanas dengan berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, turut berpengaruh terhadap suplai impor bahan baku pupuk di Indonesia. Impor bahan baku pembuatan pupuk saat ini sudah membaik, namun belum pulih seutuhnya.

"Tidak 100 persen lancar seperti sebelumnya. Kan harga pernah naik, tinggi akibat perang. Sekarang belum kembali normal, tapi sudah melandai," kata SEVP Marketing Operations PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho saat berkunjung ke kios pupuk bersubsidi di Desa Temesi, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (3/7).

Dia mengatakan, suplai impor bahan baku pupuk belum lancar lantaran kekhawatiran atas distribusi via laut masih cenderung tinggi. Sebagai antisipasi, Pupun Indonesia lantas mencari sumber bahan baku dari tempat lain yang tidak bermasalah, mulai dari Mesir, Yordania, hingga Maroko. Khususnya fosfor dan kalium untuk bahan baku pupuk NPK.

Advertisement

"Bahkan negara tetangga juga ada, cuman kualitasnya agak berbeda. Vietnam, Laos, Myanmar, tapi mungkin volume merekanya kecil. Kalau volume kecil otomatis harganya pasti lebih mahal, karena investasi lebih padat," imbuhnya.

Namun begitu, Gatoet tak bisa memastikan volume distribusi bahan baku pupuk impor turun hingga berapa persen. Sebab, secara angka itu cenderung fluktuatif. "Lagi pun angka itu per bulan, per 3 bulan beda-beda. Jadi enggak bisa memastikan," tegas Gatoet.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Advertisement

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menyuburkan Tanaman Pakai Pupuk Kotoran Manusia Kembali Populer di Jepang
iPubers Permudah Pemerintah Pantau Penyaluran Pupuk Subsidi
Tekan Emisi Karbon, Pupuk Kaltim Bakal Fokus Kembangkan Green Amonia
Berlaku Hari Ini, Tebus Pupuk Subsidi Cuma Butuh KTP Petani
Siap-Siap, Mekanisme Penebusan Pupuk Subsidi Diterapkan Secara Digital
Begini Upaya BUMN Pupuk Capai Net Zero Emission di 2050

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.