RUPST Bank Mandiri, angkat 4 direksi baru hingga catatkan laba Rp 20,6 T di 2017
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RPUST) Bank Mandiri mengangkat 4 direksi baru periode 2018-2023. Selain itu, laba bersih Bank Mandiri di tahun 2017 mencapai Rp 20,6 triliun, tumbuh 49,5 persen dibanding tahun 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RPUST) Bank Mandiri mengangkat 4 direksi baru periode 2018-2023. Hal ini sebagai dukungan pemegang saham untuk mendorong pencapaian target bisnis Bank Mandiri, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
"Perubahan ini menjadi bentuk dukungan pemegang saham kepada pengurus perseroan dalam mendorong pencapaian target bisnis jangka pendek dan jangka panjang, baik dalam pengelolaan aset maupun penciptaan profitabilitas," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (21/3).
Direksi baru yang Mandiri angkat adalah Agus Dwi Handaya sebagai Direktur Kepatuhan, Panji Irawan sebagai Direktur Keuangan, Alexandra Askandar sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan, dan Donsuwan Simatupang sebagai Direktur Retail Bank.
Selain itu, laba bersih Bank Mandiri di tahun 2017 mencapai Rp 20,6 triliun, tumbuh 49,5 persen dibanding tahun 2016. Pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 0,6 persen menjadi Rp 44,8 triliun, dan peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 16,4 persen menjadi Rp 23,3 triliun.
Kinerja itu turut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit perseroan sebesar 10,2 persen menjadi Rp 729,5 triliun pada akhir tahun lalu, di mana kontribusi pembiayaan produktif sebesar 74,7 persen dari total portofolio. Seluruh pencapaian tersebut berhasil mendongkrak nilai aset Bank Mandiri menjadi Rp 1.124,7 triliun pada akhir 2017.
RUPST juga menyetujui pembayaran dividen sebesar 30 persen dari laba bersih 2017, serta pemberian dividen tambahan sebesar 16 persen. Seluruh dividen yang diterima pemegang saham adalah 45 persen dari laba bersih 2017, atau sebesar Rp 9,288 triliun, atau Rp 199,03 per lembar saham.
"Penetapan besaran dividen itu telah memerhatikan kebutuhan liquidity perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, dan juga sebagai bentuk apresiasi kami kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya," tandasnya.
Reporter:Maulandy Rizki Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Di Jakarta Spectaculer Job Fair 2018, Bank Danamon buka lowongan bergaji tinggi
BNI klaim jadi BUMN pertama jalani program padat karya tunai Jokowi
BNI target akuisisi satu bank tahun ini
Lindungi nasabah, begini jurus BNI perangi aksi skimming
BRI siapkan Rp 2,8 triliun untuk kredit kendaraan di 2018
Tips dari BRI agar uang tabungan nasabah tak raib kena skimming