Rupiah tembus Rp 15.081, Pemerintah diminta tak ragu evaluasi tim ekonomi
Menurutnya, tim ekonomi Kabinet Presiden Jokowi-JK belum memiliki solusi komprehensif untuk meredam berbagai macam faktor yang mengakibatkan rupiah tidak berdaya.
Kurs dolar AS terhadap rupiah telah menembus Rp 15.081 pagi hari ini. Pengajar komunikasi politik, Emrus Sihombing menilai pemerintah harus lebih berhati-hati menentukan formula ekonomi mengatasi liarnya lonjakan dolar AS ini.
Menurutnya, tim ekonomi Kabinet Presiden Jokowi-JK belum memiliki solusi komprehensif untuk meredam berbagai macam faktor yang mengakibatkan rupiah tidak berdaya. Apalagi, kondisi ini menggerus cadangan devisa RI.
"Terlebih, The Fed bakal terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Ini memang diakui sebagai faktor eksternal namun tim ekonomi harus sudah bersiap dan meramu formula terbaik untuk rakyat Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (3/10).
Emrus juga mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK tidak perlu ragu mengevaluasi kinerja tim ekonomi bila memang hasil evaluasi itu akan memberikan stabilitas dan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Siapapun ekonom atau pakar ekonomi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa ini dan memberikan formula yang lebih baik, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menutup mata sekalipun opsi itu ialah presiden melakukan reshuffle kabinet," tegasnya.
Diharapkan, formula ekonomi tersebut dapat memperkuat rupiah, sekaligus menahan laju fluktuasi dollar AS dan berdampak mempertahankan cadangan devisa serta muaranya memperbaiki fundamental ekonomi nasional.
Baca juga:
Rupiah masih terkapar di level Rp 15.081 per USD
Strategi BI naikkan suku bunga acuan atasi pelemahan Rupiah masih terlalu lemah
Rupiah tembus Rp 15 ribu/USD, Sandiaga yakin mampu benahi ekonomi RI
Rupiah sentuh 15.000 per USD, Faisal Basri minta pejabat & politikus lepas Dolar
Bukan pelemahan Rupiah, Menko Luhut justru khawatirkan harga minyak dunia naik