Rupiah tembus 14.500 per USD, Menko Luhut yakinkan tak ada yang harus dikhawatirkan
Menko Luhut juga menjelaskan Rupiah akan semakin terjaga jika penggunaan B20 sudah diterapkan. Sebab, penggunaan B20 bisa mengurangi atau mengatasi tekanan current account deficit (defisit neraca berjalan) neraca perdagangan Indonesia.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) merosot tajam di perdagangan hari ini, Jumat (20/7). Pagi tadi, Rupiah dibuka di Rp 14.477 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.442 per USD. Siang ini Rupiah sudah menembus level Rp 14.500 per USD.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan kondisi Rupiah masih wajar. "Rupiah biasa, tak apa-apa, tak masalah. Overall saya kira tak ada yang harus dikhawatirkan," kata Menko Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/7).
Menko Luhut menyebutkan kondisi Rupiah masih terbilang bagus sebab fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. "Rupiah bagus, fundamental ekonomi kita, inflasi bagus," ujarnya.
Selain itu, Menko Luhut juga menjelaskan Rupiah akan semakin terjaga jika penggunaan B20 sudah diterapkan. Sebab, penggunaan B20 bisa mengurangi atau mengatasi tekanan current account deficit (defisit neraca berjalan) neraca perdagangan Indonesia.
"Kita mau menggunakan B20, kita hitung kita bisa penerimaan hampir USD 4 miliar dalam 2 tahun ke depan, tahun ini kalau digunakan 500.000 ton saja saya kira sudah hampir USD 1 miliar, jadi current account defisit kita bisa jadi baik juga."
Baca juga:
Rupiah melemah & harga minyak naik, subsidi listrik 2018 diprediksi tembus Rp 59,9 T
Stabilisasi Rupiah, BI berencana terbitkan SBI bertenor 9 bulan dan 1 tahun
Sejak awal tahun, BI catat Rupiah telah melemah sebesar 5,81 persen
Rupiah melemah tipis ke level Rp 14.425 per USD
Rupiah dibuka melemah di level Rp 14.401 per USD
Rupiah bergerak stagnan di level Rp 14.393 per USD
Penguatan dolar persoalan global, Misbakhun puji upaya pemerintah jaga rupiah