LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah merosot, Menko Darmin bandingkan nilai tukar RI dengan Malaysia & Thailand

"Karena undang-undang kita bebas sekali di mana hasil ekspor itu hanya bisa kita wajibkan karena UU nya melarang untuk mengatur terlalu jauh, hanya bisa kita wajibkan masuk, besoknya keluar lagi dia."

2018-05-09 14:38:56
Rupiah
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat suara terkait pelemahan nilai tukar Rupiah. Saat ini, kurs Dolar menghantam Rupiah hingga melewati level 14.000 per USD.

Mantan Gubernur BI tersebut mengatakan, pada momen seperti saat ini, Rupiah memang berpotensi besar untuk terus melemah. Ini karena neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit.

"Negara kita itu negara yang transaksi berjalannya itu ya memang defisit, beda dengan Malaysia dan Thailand, itu tidak defisit. Sehingga sebenarnya memang ada potensi ketidakseimbangan antara supply dan demand valas," kata Menko Darmin saat ditemui di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5).

Advertisement

Selain itu, di Malaysia dan Thailand mewajibkan semua valas hasil ekspor yang masuk untuk disimpan di bank dalam negeri mereka. "Malaysia itu sama Thailandd itu mewajibkan valas itu masuk ke negaranya kalau di Malaysia harus dimasukkan ke bank selama 6 bulan kalau gak salah. kalau Thailand itu harus ditukar dengan Thai Bhat semua ekspor mereka," ujarnya.

Sementara di Indonesia, valas yang baru masuk dari hasil ekspor bisa langsung dikeluarkan sebab tidak ada aturan yang melarangnya. "Karena undang-undang kita bebas sekali di mana hasil ekspor itu hanya bisa kita wajibkan karena UU nya melarang untuk mengatur terlalu jauh, hanya bisa kita wajibkan masuk, besoknya keluar lagi dia."

Kendati demikian, Menko Darmin mengatakan pelemahan nilai tukar tidak saja dialami oleh Rupiah, namun hampir semua negara saat ini mata uangnya melemah terhadap USD.

Advertisement

"Memang tidak semua negara juga melemahnya seperti kita, tapi ada sejumlah negara terutama negara besar yang melemah seperti kita. Jadi, intinya adalah situasi itu memang kita juga gak ingin seperti itu. Tapi, jangan dibaca itu sudah bencana, karena eksportir itu senang dia kalau tadinya 1 USD dia dapatnya 13.600 sekarang dapatnya 14.000. Yang senang tuh ada, jadi jangan disamaratakan seolah-olah semua orang susah."

Baca juga:
Kurs Dolar ke Rupiah tembus Rp 14.000, 2 BUMN Ini gencar tingkatkan eskpor
Kurs Dolar hantam Rupiah ke Rp 14.000, ini kata Presiden Jokowi
10 Anak usaha BUMN bakal melantai di bursa saham tahun ini
Nilai tukar Rupiah jeblok, Misbakhun soroti kinerja Agus Martowardojo
Rontoknya nilai tukar Rupiah dan bayangan krisis ekonomi 1998

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.