LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah kembali terperosok ke level Rp 13.325 per USD

Rupiah sempat menguat di awal perdagangan dan menyentuh level Rp 13.289 per USD. Namun setelah itu Rupiah cenderung melemah hingga penutupan.

2016-12-13 17:49:50
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah di perdagangan hari ini, Selasa (13/12). Rupiah ditutup di level Rp 13.325 per USD atau melemah dibanding pembukaan tadi pagi di Rp 13.305 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat di awal perdagangan dan menyentuh level Rp 13.289 per USD. Namun setelah itu Rupiah cenderung melemah hingga penutupan. Rupiah sempat menyentuh Rp 13.330 sebelum penutupan.

Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah 2,3 persen sejak 8 November hingga 17 November 2016. Pelemahan Rupiah disebabkan kondisi eksternal, terutama pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump.

Advertisement

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar juga dirasakan banyak negara, dikarenakan aliran modal lari ke AS karena dianggap sebagai tempat yang lebih aman dari ketidakpastian.

"Dalam banyak hal adalah karena perilaku investor yang ingin melakukan sesuatu respons atas kondisi di AS. Memang kondisi pemilu membuat cukup banyak ketidakpastian dan menjadi capital flight to quality. Banyak negara berkembang yang portfolio manager cenderung melepas posisinya," terang Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11).

Kendati demikian, Agus meyakini tekanan terhadap nilai tukar Rupiah hanya bersifat sementara. Apalagi secara year to date (ytd), Rupiah masih mengalami apresiasi.

Advertisement

Masih bertahannya Rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. Diukur dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen, kemudian inflasi yang bisa dijaga pada kisaran 3 persen dan defisit transaksi berjalan yang terkendali di sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kami katakan bahwa secara umum kita dengan kondisi ekonomi domestik stabil dan sehat. Kita lihat bahwa betul sejak 8 November sampai sekarang ada kondisi depresiasi tapi secara ytd kita masih ada apresiasi," jelas dia.

Baca juga:
Ini alasan DPR tak bahas RUU ubah Rp 1.000 jadi Rp 1 pada 2017
KPPU endus 6 perusahaan Singapura lakukan kartel harga di Batam
Presiden Jokowi pamer kebijakan ke 20 CEO terkemuka India
Pertamina siap kucurkan Rp 53 T kelola cadangan minyak nasional
Diskusi anti-rokok, narasumber kompak pakai masker

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.