LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Hari ini Ditutup Melemah di Level Rp14.336 per USD

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp14.336 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.324 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.320 hingga Rp14.380 per USD.

2022-01-18 16:07:29
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp14.336 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.324 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.320 hingga Rp14.380 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve AS, yang akan diturunkan pada 26 Januari. Bank sentral telah mengindikasikan bahwa mereka dapat menaikkan suku bunga pada Maret 2022 untuk mengekang inflasi yang tinggi.

"Di Asia Pasifik, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada -0,10 persen karena mengeluarkan keputusan kebijakannya pada hari sebelumnya," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Selasa (18/1).

Advertisement

Di tempat lain di kawasan ini, People's Bank of China (PBOC) memicu ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut setelah menurunkan suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 2,85% pada hari Senin. Itu juga memangkas suku bunga pada perjanjian pembelian kembali terbalik tujuh hari menjadi 2,1% dari 2,2%.

"Pergerakan PBOC sangat kontras dengan serangkaian kenaikan suku bunga yang diharapkan secara luas dari The Fed dalam 2022," kata Ibrahim.

Advertisement

Faktor Internal

Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada 2021 mengalami surplus sebesar USD35,34 miliar. Ini artinya sepanjang 2021, tak sekalipun neraca perdagangan Indonesia defisit. Kalau dibanding tahun 2020, 2019, bahkan 2016, neraca perdagangan tahun 2021 adalah yang paling tinggi dalam 5 tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor pada Desember 2021 sebesar USD 22,38 miliar atau tumbuh 35,30 persen (year on year/yoy). Sementara dibandingkan bulan sebelumnya ada penurunan 2,04 persen.

Impor Desember mencapai USD 21,36 miliar naik 47,93 persen yoy dan 10,52 persen mtm. Maka artinya surplus mencapai USD 1,02 miliar. Surplus yang terjadi di Desember 2021 merupakan surplus selama 20 bulan beruntun

Sebelumnya, berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun oleh para anlis memperkirakan ekspor tumbuh 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Sementara impor diperkirakan tumbuh 39,7 persen yoy. Ini membuat neraca perdagangan bakal mengalami surplus USD 3,05 miliar.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan ekspor maupun impor memang melambat. Pada November 2021, ekspor melonjak 49,7 persen yoy dan impor melesat 52,62 persen yoy. Surplus neraca perdagangan pun agak mengendur, karena pada November 2021 tercatat USD 3,51 miliar.

Sepanjang 2021, nilai ekspor mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode 2020. Nilai ekspor mencapai USD231,54 miliar, naik 41,88 persen dibandingkan 2020 yang sebesar USD163,19 miliar. Sedangkan untuk total impor mencapai USD196,20 miliar, meningkat 38,59 persen dibandingkan 2020 yang sebesar USD141,57 miliar.

Meski demikian, kinerja perdagangan internasional Indonesia (NPI) sepanjang 2021 patut diacungi jempol. Selama 2021, tidak pernah sebulan pun neraca perdagangan mengalami defisit. Kali terakhir neraca perdagangan berada di teritori negatif adalah pada April 2020.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.