LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah ditutup perkasa di level Rp 13.370 per USD

Rupiah bergerak menguat sepanjang perdagangan. Dibuka di Rp 13.405, Rupiah sempat menyentuh level Rp 13.345 per USD yaitu pukul 11.40 WIB.

2016-12-06 17:52:56
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat di perdagangan hari ini, Selasa (6/12). Rupiah ditutup di level Rp 13.370 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.440 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak menguat sepanjang perdagangan. Dibuka di Rp 13.405, Rupiah sempat menyentuh level Rp 13.345 per USD yaitu pukul 11.40 WIB.

Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah 2,3 persen sejak 8 November hingga 17 November 2016. Pelemahan Rupiah disebabkan kondisi eksternal, terutama pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump.

Advertisement

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar juga dirasakan banyak negara, dikarenakan aliran modal lari ke AS karena dianggap sebagai tempat yang lebih aman dari ketidakpastian.

"Dalam banyak hal adalah karena perilaku investor yang ingin melakukan sesuatu respons atas kondisi di AS. Memang kondisi pemilu membuat cukup banyak ketidakpastian dan menjadi capital flight to quality. Banyak negara berkembang yang portfolio manager cenderung melepas posisinya," terang Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11).

Kendati demikian, Agus meyakini tekanan terhadap nilai tukar Rupiah hanya bersifat sementara. Apalagi secara year to date (ytd), Rupiah masih mengalami apresiasi.

Advertisement

Masih bertahannya Rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. Diukur dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen, kemudian inflasi yang bisa dijaga pada kisaran 3 persen dan defisit transaksi berjalan yang terkendali di sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kami katakan bahwa secara umum kita dengan kondisi ekonomi domestik stabil dan sehat. Kita lihat bahwa betul sejak 8 November sampai sekarang ada kondisi depresiasi tapi secara ytd kita masih ada apresiasi," jelas dia.

Baca juga:
Jokowi: Industri tekstil Indonesia kalah dari Vietnam dan Bangladesh
Presiden Jokowi gusar penyaluran KUR belum optimal sentuh petani
Jokowi siapkan Rp 16,6 T di 2017 untuk sarana & prasarana pertanian
Indef akui banyak negara jadikan Amerika sebagai patokan ekonomi
Badan Penerimaan Negara jadi kunci reformasi kebijakan fiskal

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.