LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp15.610 Per USD

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14/4). Rupiah dikunci perkasa ke posisi Rp15.610 per USD.

2020-04-14 16:30:59
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14/4). Rupiah dikunci perkasa ke posisi Rp15.610 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan mata uang Garuda ini, salah satunya dipicu oleh pengumuman Bank Indonesia yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya di 4,5 persen. Hal ini karena fundamental ekonomi masih cukup stabil.

Menurutnya, walaupun saat ini masa kerja dari rumah atau work from home (WFH), namun perdagangan sudah aktif bertransaksi sejak pembukaan perdagangan tadi pagi. Selain itu, kondisi global akibat pandemi virus corona ini sudah di antisipasi sebelumnya oleh Bank Indonesia.

Advertisement

"Sehingga Bank Indonesia dengan sigap dan melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang Garuda," kata Ibrahim di Jakarta.

Intervensi yang cukup ketat dan ekstra waspada mampu membawa Rupiah kembali menguat walaupun tipis, namun apa yang dilakukan Bank Indonesia sudah maksimal sehingga bisa membantu menstabilkan mata uang ke zona hijau.

Meski demikian, pasar masih mewaspadai sejumlah komponen ekonomi makro. Di mana pemerintah melalui Menteri Keuangan mengungkapkan skenario terberat pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke-2 tahun 2020 akan berada di posisi 0,3 persen hingga minus 2,6 persen akibat merebaknya pandemi Virus Corona.

Advertisement

"Di sisi lain untuk tekanan pertumbuhan ekonomi masih akan berlanjut hingga kuartal ke-3, namun ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-4 akan kembali membaik," jelasnya.

Untuk menahan jatuhnya pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan mengerahkan APBN 2020 pada tiga prioritas, yakni sektor kesehatan, jaring pengaman sosial (social safety net) dan dukungan kepada dunia usaha. "Dan yang terpenting adalah perkembangan pandemi virus corona yang berangsur-angsur berkurang sehingga skenario ini bisa berjalan seperti yang diinginkan," paparnya.

Menguat Karena Mekanisme Pasar

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus bergerak menguat di level Rp15.000 per USD tercipta berkat mekanisme pasar.

"Saya nyatakan penguatan dan stabilitas rupiah adalah mekanisme pasar. Dalam bentuk bid sama over dari pelaku, bank, broker, itu berjalan dengan baik," kata Perry dalam siaran pers online di Gedung Bank Indonesia, Selasa (14/4).

Dia mengapresiasi peran perbankan, pelaku usaha, terutama eksportir yang dianggapnya sangat berperan terhadap penguatan tersebut. Dia yakin jika kurs rupiah terus menguat hingga menyentuh target Rp15.000 per USD di akhir 2020, maka itu dapat mengatasi pelemahan ekonomi yang saat ini terjadi akibat pandemi Covid-19.

"Terima kasih pada pelaku pasar, terutama juga para eksportir. Mari kita terus tingkatkan, pasok dolar, stabilkan nilai tukar. Ini demi NKRI. Kalau kita bisa lakukan ini, dampak Covid-19 Insya Allah bisa teratasi," ucapnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.