LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Ditutup Menguat Rp14.355 per USD Jelang Akhir Pekan

Nilai tukar Rupiah ditutup menguat di level Rp14.355 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.361 per USD. Sedangkan untuk perdagangan pekan depan, mata uang Garuda kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis direntang Rp14.330 hingga Rp14.390 per USD.

2021-12-17 15:56:13
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah ditutup menguat di level Rp14.355 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.361 per USD. Sedangkan untuk perdagangan pekan depan, mata uang Garuda kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis direntang Rp14.330 hingga Rp14.390 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelaku pasar optimis virus Omicron yang terdeteksi di Indonesia bisa ditanggulangi secepatnya oleh pemerintah. Pemerintah meminta masyarakat agar waspada dan tidak panik. Untuk itu, masyarakat yang belum divaksin agar segera divaksin.

"Semua warga yang belum mendapatkan dua kali vaksin apalagi yang sama sekali belum divaksin, segeralah mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Hanya vaksin inilah yang bisa menahan laju berkembangnya virus Omicron di Indonesia," katanya dalam riset harian, Jakarta, Jumat (17/12).

Advertisement

Kemudian sejalan dengan tidak diberlakukannya pengetatan PPKM, konsumsi masyarakat kembali stabil dan meningkatnya mobilitas pasca langkah-langkah penanganan yang ditempuh pemerintah dalam pengendalian COVID-19 varian Delta.

"Maka Bank Indonesia (BI) optimistis bahwa ekonomi Kuartal Keempat 2021 diperkirakan tumbuh di atas 4,5 persen dan secara keseluruhan," jelasnya.

Advertisement

Pertumbuhan ekonomi 2021 akan berada dalam kisaran 3,2 persen sampai 4 persen. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani di 4 persen.

Walaupun sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan sebesar 4,9 persen.

"Dari sebelumnya 5,9 persen di tahun 2021 akibat varian Covid-19 baru yaitu Omicron yang sudah menyebar di berbagai negara," tandas Ibrahim.

(mdk/ags)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.