LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 14.612 per USD

Mengutip data Bloomberg, pagi tadi Rupiah dibuka di level Rp 14.623 per USD. Kemudian bergerak fluktuatif hingga menyentuh level Rp 14.557 per USD. Meski ditutup melemah, namun nilai tukar Rupiah masih mampu menjaga penguatannya di level Rp 14.600-an per USD.

2018-11-16 17:04:54
Rupiah
Advertisement

Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat di perdagangan hari ini, Jumat (16/11). Rupiah ditutup di level Rp 14.612 per USD, menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.665 per USD.

Mengutip data Bloomberg, pagi tadi Rupiah dibuka di level Rp 14.623 per USD. Kemudian bergerak fluktuatif hingga menyentuh level Rp 14.557 per USD. Meski ditutup melemah, namun nilai tukar Rupiah masih mampu menjaga penguatannya di level Rp 14.600-an per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Rupiah mengalami penurunan (depresiasi) hingga Oktober 2018. Menurutnya, pergerakan nilai tukar ini sudah sesuai mekanisme pasar, mengingat Rupiah kembali menguat di November 2018.

Advertisement

"Secara point to point, Rupiah melemah sebesar 3,84 persen pada triwulan III 2018 dan 1,98 persen pada Oktober 2018 akibat ketidakpastian ekonomi global," kata Perry di kantornya, Kamis (15/11).

Dia mengungkapkan, pada November 2018, Rupiah menguat dipengaruhi aliran masuk modal asing dipicu kondisi perekonomian domestik yang tetap kondusif, kebijakan pendalaman pasar keuangan.

"Dan pengaruh sentimen positif dari hasil pemilu di AS dan sempat meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok," ujarnya.

Advertisement

Aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik terjadi pada semua jenis aset, termasuk ke pasar saham. Dengan perkembangan tersebut, sampai 14 November 2018, secara year to date (ytd) Rupiah terdepresiasi 8,25 persen atau lebih rendah dari Turki, Afrika Selatan, India, dan Brazil.

"Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan," tutupnya.

Baca juga:
Per Oktober 2018, Rupiah dan Harga Minyak Meleset Dari Target APBN
Bos BI: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Sudah Sesuai Mekanisme Pasar
Rupiah Kembali Menguat ke Level Rp 14.782 per USD
Rupiah Kembali Melemah Nyaris Rp 15.000 per USD, Ini Kata Sri Mulyani
Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melemah ke Level 14.928 per USD

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.