LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.313 per USD

Kurs Rupiah ditutup melemah di level Rp14.313 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.249 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.290 hingga Rp14.330 per USD.

2021-11-03 16:07:14
Kurs Rupiah
Advertisement

Kurs Rupiah ditutup melemah di level Rp14.313 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.249 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.290 hingga Rp14.330 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, para ekonom terus melakukan identifikasi mengenai perkiraan pertumbuhan ekonomi di Kuartal Ketiga 2021 yang kemungkinan masih cukup bagus. Walaupun banyak perbedaan angka yang di berikan oleh para ekonom dan pemerintah semata-mata untuk mengetahui secara pasti bahwa ekonomi masih tumbuh positif.

"Gelombang Covid-19 yang terjadi di awal kuartal ketiga 2021 mendorong kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi seiring pengetatan mobilitas masyarakat di Kuartal tersebut," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Rabu (3/11).

Advertisement

Secara keseluruhan 2021, pihaknya memproyeksikan ekonomi akan tumbuh 3,8 persen, karena adanya kemungkinan risiko akan terjadinya lonjakan kasus di akhir tahun dan pembalikan arah di triwulan keempat sulit terjadi. Walaupun aktivitas ekonomi mengalami peningkatan sejak pelonggaran pembatasan sosial di Agustus 2021.

"Lonjakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan terbatas seiring risiko lonjakan kasus masih membayangi hingga akhir tahun ini," katanya.

Advertisement

Selanjutnya

Melihat dinamika pertumbuhan ekonomi saat ini, Pemerintah perlu selalu diperhatikan bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir. Sehingga penerapan protokol kesehatan tetap harus menjadi perhatian, meski aktivitas ekonomi terus berlangsung guna mencegah adanya gelombang susulan pandemi yang bukan hanya akan menyerang sektor kesehatan namun juga sistem ekonomi secara keseluruhan.

Menjaga kewaspadaan akan risiko penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan mempercepat tingkat vaksinasi merupakan kunci untuk mengejar tingkat pertumbuhan kembali ke level pra-pandemi di kisaran 5,1 persen- 5,4 persen di 2022.

Dengan demikian, berhasil atau tidaknya tingkat pertumbuhan ekonomi kembali ke level pra-pandemi di 2022 akan tergantung dari seberapa sukses pemerintah dan masyarakat mencapai kedua hal tersebut, terlepas dengan berbagai ketidakpastian yang muncul.

"Apalagi Indonesia di 2022 akan memegang estapet sebagai presidensi G-20 dan secara kebetulan bersamaan dengan terjadinya krisis kesehatan yang sedang berlangsung akibat pandemi Covid-19. Hal ini menjadi momentum yang tepat untuk pemerintah Indonesia mengatur ulang fokusnya dalam agenda pembangunan jangka panjang, sembari memfasilitasi diskusi antar pemimpin negara terkait pemulihan global yang lebih kuat dan merata," tandasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.