Rupiah ditutup melemah di Rp 13.270 per USD
Rupiah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (31/8). Rupiah ditutup di level Rp 13.270 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.268 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Sempat menyentuh level Rp 13.306 per USD, lalu kembali menguat ke Rp 13.258 per USD.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, naik turunnya kurs Rupiah masih dalam batas normal dan sesuai pergerakan mata uang dunia. "Perkembangan dua hari ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan normal-normal saja," kata Mirza di Gedung BI, Jakarta, Kamis (25/8).
Pelemahan Rupiah, lanjutnya, juga dipengaruhi faktor pengumuman penetapan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed). Rencananya The Fed akan mengeluarkan pernyataan posisi suku bunga pada September.
"Biasanya kalau mau mendekati rapat dewan gubernur Amerika biasanya ada statement FOMC, ada statement beberapa yang kemarin, bisa saja naik di November atau di Desember. Kalau menurut saya hal yang wajar," ucapnya.
Mirza menyadari pengumuman The Fed juga dijadikan momentum bagi pelaku pasar keuangan untuk meraup cuan lewat transaksi harian. "Namanya pasar keuangan kan berusaha mencari berita untuk teman-teman di pasar keuangan bisa jual dan beli," jelasnya.
Baca juga:
Rupiah melemah, sempat tembus level Rp 13.306 per USD
Muhammadiyah: Tax amnesty sama dengan ampuni dosa koruptor
Isu kenaikan harga rokok upaya tutupi kegagalan Tax Amnesty?
Anggaran kerap sisa, belanja KemenBUMN 2017 dipotong Sri Mulyani
Sri Mulyani puji Kementerian BUMN berkinerja baik sejak 2007
Pengusaha: Kita tak pernah janjikan Rp 165 triliun dari Tax Amnesty
Semester I-2016, Kemendag temukan 73 produk tak sesuai SNI
UU Tax Amnesty digugat Muhammadiyah, ini komentar Sofjan Wanandi