Rupiah bergerak melemah di level Rp 13.800-an per USD
Rupiah dibuka di level Rp 13.799 atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.785 per USD. Nilai tukar Rupiah semakin bergerak melemah usai pembukaan menyentuh level Rp 13.820 per USD, namun sempat menguat di level Rp 13.807 per USD. Lalu kembali melemah dan saat ini berada di level Rp 13.819 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Jumat (20/4). Rupiah dibuka di level Rp 13.799 atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.785 per USD.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar Rupiah semakin bergerak melemah usai pembukaan menyentuh level Rp 13.820 per USD, namun sempat menguat di level Rp 13.807 per USD. Lalu kembali melemah dan saat ini berada di level Rp 13.819 per USD.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengakui bahwa nilai tukar Rupiah sempat melemah pada Maret 2018. Namun, kemudian bergerak stabil pada paruh pertama April 2018.
Menurut Dody, pada Maret 2018, secara rata-rata harian Rupiah terdepresiasi 1,13 persen. Tekanan terhadap Rupiah terutama disebabkan oleh perbaikan indikator ekonomi AS yang diikuti ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga FFR yang lebih agresif, serta risiko berlanjutnya perang dagang AS-China.
"Hal tersebut mendorong pembalikan modal asing dan tekanan depresiasi nilai tukar pada berbagai mata uang dunia, termasuk Indonesia," kata Dody, di kantornya, Kamis (19/4).
Baca juga:
Revitalisasi perpajakan, Ditjen Pajak tambah 700 pemeriksa di 2018
Mentan Amran: Produk olahan ayam RI bisa bersaing dengan negara lain
Per April 2018, 77 entitas diperbolehkan tak melapor laporan keuangan ke DJP
Naiknya harga cabai dan bensin Pertamax Cs pengaruhi inflasi tahun ini
BI sambut baik rencana pembatasan transaksi tunai jadi Rp 100 juta