Rupiah anjlok, OJK perketat pengawasan penggunaan valas di industri keuangan
Sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi resiko yang timbul, OJK mulai mengintensifkan pengawasan penggunaan valas di seluruh industri jasa keuangan yang diawasinya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengambil beraksi meredam pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD). Saat ini, nilai tukar Rupiah sudah berasa di level 14.900-an per USD.
Sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi resiko yang timbul, OJK mulai mengintensifkan pengawasan penggunaan valas di seluruh industri jasa keuangan yang diawasinya.
"OJK mengintensifkan pengawasan di sektor jasa keuangan sebagai bagian monitoring secara reguler baik secara onsite maupun offsite supervisory terhadap seluruh kegiatan industri jasa keuangan, termasuk terkait transaksi valas. Terutama pengawasan yang ketat & intensif utk memastikan transaksi valas dilakukan berdasarkan kebutuhan sesuai dengan underlying-nya," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada wartawan, Rabu (5/9).
Sebelumnya, Otoritaa Jasa Keuangan (OJK) akan bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Kondisi Rupiah saat ini menurut OJK tidak perlu ditanggapi berlebihan, bahkan hingga ada yang mengasumsikan mendekati krisis.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, saat ini Rupiah belum mengganggu stabilitas industri keuangan RI.
"Jadi tidak perlu khawatir (soal pelemahan Rupiah). Fundamental kita kuat kondisi sejak minggu lalu karena sentimen negatif yang sifatnya sementara akibat kondisi external," kata Wimboh kepada Liputan6.com.
Wimboh percaya, Bank Indonesia akan melakukan operasi pasar selama keperluan Dolar adalah untuk pembayaran impor, pembayaran bunga ke luar negeri dan/atau pembayaran utang, maupun keperluan lain yang ada underlying.
"Cadangan devisa kita cukup untuk memenuhi kebutuhan import maupun keperluan lain yang sudah ada underlying. Inflow portfolio asing masih terus terjadi, di samping itu pemerintah sudah mempunyai komitmen untuk mengatur kembali kebutuhan dolar dalam rangka proyek pemerintah tanpa menimbulkan hambatan terhadap program-program yang sudah berjalan," papar Wimboh.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Demi Rupiah, pemerintah Jokowi perketat impor barang dibeli melalui e-commerce
Pemerintah Jokowi akan setop impor mobil mewah, bagaimana jika sudah pesan?
Jasa Marga soal Rupiah melemah: Kami tidak punya utang dalam mata uang asing
Tips investasi di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah
Rupiah melemah dan harga minyak dunia naik, kenaikan harga BBM jadi hal wajar
Dolar hampir Rp 15 ribu, Ketum Hanura tegaskan itu masalah dunia