Rupiah anjlok di level Rp 15.217 per USD
Mengutip data Bloomberg, Rupiah tadi pagi dibuka di Rp 15.193 per USD dan terus bergerak melemah ke level Rp 15.200-an per USD. Hingga sore ini, Rupiah ditutup di level Rp 15.217 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) belum mampu meninggalkan level Rp 15.200-an per USD. Bahkan, nilai tukar ini masih terus cenderung melemah dibanding minggu lalu.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah tadi pagi dibuka di Rp 15.193 per USD dan terus bergerak melemah ke level Rp 15.200-an per USD. Hingga sore ini, Rupiah ditutup di level Rp 15.217 per USD.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, melemahnya Rupiah disebabkan adanya kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS (T-bond) tenor 10 tahun telah melewati 3 persen.
"Kan hari ini kalau kita lihat data di AS yang dipicu oleh yield 10 tahun bond AS yang meningkat luar biasa tajam sudah di atas 3,4 persen," kata dia, di Lokasi IMF-World Bank Annual Meeting, Bali, Senin (8/10).
Dia menjelaskan, kenaikan yield obligasi di atas 3 persen ini kemudian memberikan efek psikologis kepada pasar global. Sebelumnya, 'level psikologis' kenaikan yield obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 3 persen
"Ini unpresidented selama ini, jadi kita melihat dinamika ekonomi AS itu masih sangat mendominasi dan pergerakannya cepat sekali, kalau dulu tresshold psikologisnya 10 tahun bonds AS, 3 persen," ujarnya.
Karena itu, Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan kenaikan yield obligasi AS tenor 10 sebesar 3,4 persen, tentu menciptakan pergerakan di nilai tukar mata uang global, termasuk Rupiah.
"Jadi pas mereka mendekati 3 persen memunculkan apa yang disebut reaksi dari seluruh nilai tukar dan suku bunga internasional, sekarang sudah lewat 3 persen," tandas dia.
Baca juga:
Sri Mulyani soal Rupiah anjlok ke Rp 15.200-an per USD: Dinamika AS masih mendominasi
Rupiah terus anjlok di level Rp 15.233 per USD
Ajak bahu-membahu, Koalisi Jokowi hentikan politisasi pelemahan rupiah
Prabowo ingatkan prospek ekonomi Indonesia rawan
Bayar utang dan stabilkan Rupiah, cadangan devisa merosot jadi USD 114,8 miliar