Rumah Makan di Padang Ketiban Rezeki Pemilu
Salah satu pengelola rumah makan Padang Edi di Padang mengakui hari ini dia kewalahan melayani pesanan nasi bungkus.
Sejumlah rumah makan di Kota Padang, Sumatera Barat ketiban rezeki pemilu karena banjir pesanan untuk konsumsi para saksi dan petugas di Tempat Pemungutan Suara.
Salah satu pengelola rumah makan Padang Edi di Padang mengakui hari ini dia kewalahan melayani pesanan nasi bungkus.
"Jika pada hari biasa paling banyak hanya puluhan pembeli yang memesan nasi bungkus, hari ini ada 250 pesanan nasi yang harus disiapkan," kata dia dikutip Antara, Rabu (17/4).
Tidak hanya itu, untuk cabang yang ada di daerah Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung ada pesanan sampai 1.000 nasi bungkus.
Akibat banyaknya pesanan membuat stok makanan cepat habis dan pada jam 14.00 WIB hanya tersisa sedikit.
Dia mengaku pada hari biasa menyiapkan nasi Padang beserta lauk untuk 150 porsi, akan tetapi pada hari ini kendati sudah memasak lebih tinggal sedikit.
Satu bungkus nasi Padang dengan satu lauk dijual dengan harga Rp 18 ribu.
Dia bersyukur pemilu membawa berkah karena minimal lima tahun sekali bisa banjir pesanan seperti ini.
Sementara, Yanto pengelola rumah makan Padang di kawasan Andalas Padang mengakui sejak pukul 11.00 WIB sudah banjir pesanan untuk dibungkus. "Akhirnya bagi mereka yang makan di tempat jadi sedikit kurang terlayani," katanya.
Dia menyebutkan tak kurang dari 100 porsi nasi Padang yang dipesan pembeli untuk kebutuhan di TPS.
"Petugas di TPS dan saksi kan tidak mungkin makan siang di rumah, solusinya beli di rumah makan," ujar dia.
Baca juga:
Pemilu 2019 Tak Pengaruhi Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia
Sri Mulyani Beberkan Harapan Investor Dunia Terhadap Pemilu 2019
Menko Darmin Sebut Banyak Investor Akan Buat Keputusan Usai Pilpres 2019
Luhut Sebut Uang Miliaran Dolar Akan Masuk ke RI Usai Pilpres 2019
Menko Luhut Bantah Tudingan Belum Lapor Harta Kekayaan ke KPK
Menko Darmin Enggan Komentar Saat Ditanya Ingin Menjabat Lagi