Rp 14.322/USD, Jokowi bilang 'kamu harus ngerti tekanan luar kuat'
Jokowi menuturkan, paket kebijakan ekonomi yang kemarin diumumkan tidak serta merta langsung bisa dirasakan manfaatnya.
Pengumuman paket kebijakan September 1 tidak serta merta ditanggapi positif pasar dalam negeri. Buktinya, nilai tukar rupiah justru semakin ambruk. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, hari ini rupiah berada di level Rp 14.322 per dolar AS. Jauh lebih rendah dibanding sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.244.
Menanggapi kondisi ini, Presiden Joko Widodo kembali mengungkit kondisi ekonomi dunia yang sangat mempengaruhi perekonomian nasional. "Kamu harus ngerti, tekanan dari luar sangat kuat sekali," tegas Presiden Jokowi di sela-sela pembagian sembako di Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
Presiden menegaskan, paket kebijakan ekonomi yang kemarin diumumkan tidak serta merta langsung bisa dirasakan manfaatnya bagi perekonomian nasional. Menurutnya, butuh proses untuk melihat dampaknya. Kepala negara menegaskan, pemerintah juga masih menyusun paket kebijakan lain sebagai respons kondisi ekonomi terkini.
"Tapi setelah ini, kayak besok implementasi dari paket ini, pelaksanaannya apa terus ditindaklanjuti. Jadi tidak hanya berhenti pada paket tapi terus diikuti, ditindaklanjuti," jelasnya.
"Iya kan sudah kemarin saya sampaikan. Ada paket September kedua, ada Oktober lagi," katanya.
Disinggung soal manfaat paket kebijakan yang umumnya berisi deregulasi ini, Jokowi enggan menjawabnya.
"Tanyakan ke dunia usaha dan ke masyarakat. Jangan tanya ke kita, kita yang buat kebijakan kok," ucapnya.
Baca juga:
Dolar naik, Menteri Susi klaim sektor kelautan justru makin gress
Gerak Rupiah dan IHSG diprediksi kompak menguat terbatas
PM China: Kami tak pernah mulai perang mata uang
Menko Darmin sebut AS memulai perang mata uang tujuh tahun lalu
Siapkan 'obat demam' buat industri, Jokowi kaji 1.000 regulasi
Paket kebijakan ekonomi Jokowi cuma pangkas aturan