LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rizal Ramli tuntut gerak cepat pemerintah atasi pelemahan Rupiah

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, menyatakan nilai tukar Rupiah yang tembus hingga 15.000 per dolar AS bukan akhir dari gejolak nilai tukar, tetapi merupakan sebuah awal. Oleh sebab itu, pemerintah perlu bergerak cepat agar depresiasi rupiah ini tidak terus berlanjut.

2018-10-04 21:34:31
Rupiah
Advertisement

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, menyatakan nilai tukar Rupiah yang tembus hingga 15.000 per dolar AS bukan akhir dari gejolak nilai tukar, tetapi merupakan sebuah awal. Oleh sebab itu, pemerintah perlu bergerak cepat agar depresiasi rupiah ini tidak terus berlanjut.

"Apakah akan terjadi stabilitas baru Rp 15.000, ini sebuah akhir? Ini baru permulaan," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/10).

Ada sejumlah hal yang akan menjadi pemicu bagi berlanjutnya depresiasi Rupiah. Salah satunya kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang masih akan berlanjut. "Kemudian apakah emerging market akan berdampak ke Indonesia? Ya. Dan apakah trade war berdampak? Pasti. Tapi ini juga opportunity. Nah pemimpin yang hebat ubah krisis jadi kesempatan," ungkap dia.

Advertisement

Namun demikian, lanjut Rizal, pemerintah masih bisa meredam gejolak nilai tukar Rupiah agar tidak terus melemah. Pertama, dengan mengerem 10 impor komoditas yang besar, seperti baja dan kendaraan.

"Sebagai contoh impor baja dari China yang nilainya mencapai USD 10 miliar. Itu yang menyebabkan Krakatau Steel rugi. Berani dong kenakan anti dumping pada produk China. Kalau itu bisa, impornya bisa turun USD 5 miliar," kata dia.

"Kemudian untuk impor mobil kenakan dong (dihentikan), memang Jepang akan kesel. Tapi kita lobi ke Abe (Perdana Menteri Jepang), tolong dong impor dikurangi, nanti kalau sudah membaik impor lagi," lanjut Rizal.

Advertisement

Kedua, memaksa para eksportir untuk menarik devisa hasil ekspornya ke dalam negeri, tidak lagi di simpan di negara lain. Meski hal ini akan mendapatkan keberatan dari para pengusaha dan lembaga keuangan internasional seperti IMF, namun hal ini efektif untuk menyelamatkan rupiah.

"Kita buat UU terkait dengan ekspor. Kita pasti akan dilobi oleh IMF karena ini, tapi seluruh revenue ekspor harus masuk ke sini dulu. Sejak 2 tahun lalu pemerintah selalu terlambat mengambil langkah sehingga risiko makro ekonomi meningkat, hasilnya pertumbuhan ekonomi menjadi stunting di 5 persen," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Atasi defisit transaksi berjalan, Indonesia wajib ramah investasi asing
Dolar tembus Rp 15.000, BI yakinkan masih aman
Sri Mulyani: Pelemahan Rupiah bukan karena bencana alam, tapi faktor eksternal
Ini dampak melemahnya nilai tukar Rupiah pada APBN
Rupiah merosot ke Rp 15.100-an per USD, pengusaha masih tahan harga produk
Terus merosot, Rupiah sentuh level Rp 15.156 per USD
Membongkar penyebab terkaparnya Rupiah ke level Rp 15.000 terendah sejak krisis 1998

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.