LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rizal Ramli Kritik Tak Ada Upaya Pemerintah Swasembada Kedelai

Ekonom Senior Rizal Ramli, menilai selama Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada rencana swasembada kedelai. Padahal, masalah kedelai bukan hal baru dan sering terjadi setiap tahunnya.

2022-03-06 17:00:00
Kedelai
Advertisement

Ekonom Senior Rizal Ramli, menilai selama Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada rencana swasembada kedelai. Padahal, masalah kedelai bukan hal baru dan sering terjadi setiap tahunnya.

"Nah ini udah lama terjadi dan sayangnya sejak pemerintahan Jokowi tidak ada rencana untuk Swasembada kedelai," kata Rizal dikutip dari Channel Youtube pribadinya, Minggu (6/3).

Menurutnya, kedelai itu beda dengan bawang putih yang hanya bisa ditanam di lokasi tertentu misalnya di Brebes. Tapi, kedelai itu bisa ditanam di mana saja sama halnya seperti jagung.

Advertisement

"Jadi sebetulnya tidak masalah, cuman kebijakan mendukung peningkatan produksi oleh petani. Contohnya harga beli kedelai dari petani hanya Rp5.000, harga di retail namanya kedelai itu hampir Rp11.000 kedelai eks impor," jelasnya.

Selain itu, produktivitas kedelai di Indonesia sangat rendah yakni hanya 1,5-1,6 ton per hektar, dibanding negara yang paling unggul dalam menanam kedelai, yaitu Brazil mencapai 3,5 ton per hektar dan Argentina mencapai 3,7 ton per hektar.

Masalah selanjutnya, yang menyebabkan harga kedelai mahal yaitu tidak ada insentif untuk petani lokal, sehingga mereka malas untuk menanam karena keuntungannya sangat kecil. Maka ketika ada masalah kekurangan bahan kedelai, justru solusinya paling gampang melakukan impor.

Advertisement

Padahal kebutuhan konsumsi kedelai dalam negeri itu 2,5 juta ton per tahun, namun petani hanya mampu memasok 140 ribu ton saja.

"Sehingga mereka bunting tanam kedelai justru solusinya impor, ada masalah impor. Kalau itu sih nggak perlu pemerintah yang canggih itu mah pedagang aja suruh kerjain. Sayangnya policy untuk memperbesar supply baik kedelai dan lain-lain itu nyaris nggak ada," ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dia menyarankan Pemerintah seharusnya gencar melakukan promosi dan menerapkan kebijakan untuk meningkatkan swasembada hingga memperhatikan kualitas bibit, dan memberikan insentif kepada petani kedelai, maka masalah yang serupa tidak akan terulang.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kemendag Akui Indonesia Sulit Lepas dari Kedelai Impor
Kemendag Pastikan Harga Kedelai Naik sampai Lebaran, Tahu Tempe Bagaimana?
Kemendag Sebut Harga Bawang Merah, Cabai dan Kedelai Alami Kenaikan
Subsidi Kedelai Dinilai Tak Efektif Redam Kenaikan Harga Tahu Tempe
Geliat Pembuat Tahu dan Tempe Kembali Berproduksi
Pemerintah Didesak Rumuskan Strategi Stabilkan Harga Kedelai Demi Perajin Tempe

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.