LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rizal Ramli: Kok bisa wisata Indonesia kalah dari Malaysia?

Rizal Ramli berjanji akan menggenjot sektor pariwisata Indonesia.

2015-08-13 12:32:56
rizal ramli
Advertisement

Rizal Ramli kini resmi berkantor di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Dia menggantikan Indroyono Soesilo dan mengepalai koordinasi sektor perikanan, pariwisata, perhubungan, ESDM.

Sehari bertugas, Rizal Ramli langsung mengkritik kinerja sektor pariwisata Indonesia yang belum optimal. Pasalnya, Indonesia mempunyai banyak wilayah yang indah, tapi jumlah wisatawan asing kalah dari negara lain.

"Sederhana, turis Indonesia hanya 6 juta. Padahal indah alamnya, pantainya, lautnya, hutannya tetapi kok bisa kalah dari Malaysia. Tempat mereka terbatas tapi kok bisa 20 juta orang, kok bisa Thailand 25 juta orang," ucap Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (13/8).

Advertisement

Rizal ke depannya berjanji akan fokus menggenjot pariwisata. Dia akan mengeluarkan beberapa aturan baru terkait hal ini.

"Apa policynya nanti kita diskusikan. Tapi arahnya benar budget APBN diutamakan untuk luar pulau Jawa," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga mengaku heran wilayah Indonesia yang indah berbanding terbalik dengan kinerja pariwisata. Sebab, wisata Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Thailand.

Advertisement

Dalam satu tahun, devisa dari turis di Indonesia hanya USD 10 miliar. Sedangkan Malaysia bisa mencapai USD 20 miliar dan Thailand mencapai USD 40 miliar per tahun.

"Aneh sekali Indonesia kalah jauh dari Malaysia dan Thailand yang mencapai 4 kali lipat kita," ucap Arief di Banten, Senin (23/2).

Potensi ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia kalah dibanding negara lain lantaran tidak dimanfaatkan secara maksimal, tidak tergarap dengan baik.

"Kita ini (kuat) di wisata. Manufaktur kita tidak mungkin mengalahkan China. Sekarang ada slogan menyebut laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan, selainnya itu made in China. Poinnya negara kita ini ekonomi kreatif dan pariwisata," katanya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.