LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rizal Ramli berikan bebas visa untuk turis Australia dan Brasil

Menko Rizal akan mengkaji ulang pemberian bebas visa untuk China.

2015-12-21 17:50:02
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Ketidakharmonisan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Brasil dan Australia pasca pemberian hukuman mati untuk warga negaranya kini sudah berakhir. Hal ini terlihat dari kebijakan pemerintah Indonesia yang memberikan bebas visa untuk Brasil dan Australia

"Brasil tadinya setelah kasus hukuman mati, pemerintah Brasil menarik dubesnya, ada masalah di bidang diplomatik, tapi sudah selesai. Dubes Indonesia diterima presiden Brasil. Oleh karena itu kita juga bebaskan visa untuk Brasil," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim Dan Sumberdaya, Rizal Ramli di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Senin (21/12).

Meski demikian, Rizal akan memperketat masuknya Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari Australia pasca diberikan izin bebas visa ini. Dia meminta tiga syarat melalui Menteri imigrasi dan perlindungan perbatasan Australia, Menteri Perdagangan Australia dan Duta Besar Australia.

Advertisement

"Kami minta tiga hal, pertama agar diberikan visa jangka panjang untuk pejabat tinggi Indonesia, di atas Direktur. Kedua, agar dipermudah visa untuk kalangan bisnis," ucap dia.

Ketiga, Menteri Rizal minta Australia memperketat pelabuhan udara dan laut. "Kita tidak ingin nanti ada yang bandel lagi, terus kalau dihukum kena hukum Indonesia, kena hukuman mati, kita disalahkan. Kita tidak ingin ini terjadi. Australia juga harus proaktif untuk menertibkan orang yang aktif di narkoba sebelum berangkat ke Indonesia. Kita engga mau, di masa yang akan datang, kita disalahkan lagi urusan begini.

Sementara itu, Menko Rizal akan mengkaji kembali pemberian bebas visa untuk China. Dia ingin lebih memperketat kerja sama guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Advertisement

"Menyangkut China, ada masalah karena China banyak impor narkoba. Ada kasus cyber crime. Nanti Kami akan undang Dubes China. Kami minta pak Buwas (Budi Waseso) dari BNN hadir, Imigrasi, kepolisian, Sekuriti, agar supaya kita bahas kerja sama supaya hal-hal ini bisa dihindari dengan kerjasama yang lebih aktif," tutupnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.