Ridwan Kamil Target Bangun 13 Creative Hub Hingga 2020
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan akan ada creative hub di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Hingga saat ini, Provinsi Jawa Barat baru memiliki satu creative hub yang terdapat di Bandung. Ridwan mengklaim provinsi Jawa Barat menjadi terdepan dalam penerapan ekonomi kreatif (ekraf).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan akan ada creative hub di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Hingga saat ini, Provinsi Jawa Barat baru memiliki satu creative hub yang terdapat di Bandung.
Ridwan pun menargetkan membangun creative hub di enam daerah diantaranya Kota Bekasi, Bogor, Cirebon, Tasikmalaya, Kabupaten Purwakarta, dan Subang pada 2019.
Sementara, pada 2020, pembangunan creative hub ditargetkan akan dibangun di tujuh daerah yaitu Kota Cimahi, Depok, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Majalengka, dan Sumedang.
"Dengan begitu, total akan ada 14 creative hub di Jawa Barat sampai dengan tahun 2020," katanya di Jakarta, Senin (15/7).
Ridwan mengklaim provinsi Jawa Barat menjadi terdepan dalam penerapan ekonomi kreatif (ekraf). Hal ini salah satunya terlihat dari adanya Peraturan Daerah mengenai Ekraf.
"Saya mempresentasikan, Jabar sebagai provinsi paling terdepan dalam pengembangan ekraf. Kenapa terdepan? Karena satu-satunya provinsi yang telah memiliki Perda Ekraf," jelasnya.
Ridwan Kamil menambahkan, berkat adanya peraturan tersebut, Pemprov Jabar kini tengah menargetkan pembangunan creative hub di 13 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Dia menambahkan akan melakukan penandatangan Peraturan Gubernur yang menjadi dasar pendirian Badan Ekonomi Kreatif di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
"Mohon maaf kami mendahului Undang-undang ekonomi kreatif yang saat ini belum disahkan. Karena bagi kami Perda ini sifatnya darurat," ujarnya.
Ridwan pun menjelaskan jika ekonomi kreatif merupakan hal yang penting bagi Provinsi Jawa Barat. Sebab, sepertiga dari ekspor Jawa Barat, merupakan produk ekonomi kreatif.
Bagi Ridwan Kamil, ekonomi kreatif menjadi komoditas andalan karena tidak akan terpengaruh oleh isu global yang ada. "Kalau manufaktur, sering terpengaruh dengan isu global. Lain halnya dengan ekonomi kreatif, yang bisa menjadi andalan dan digerakkan oleh generasi muda," pungkasnya.
Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Genjot Jumlah Pengusaha, Hipmi Lirik Industri Kreatif
Bekraf Targetkan Ekspor Produk Kreatif Lokal Naik 8 Persen
Bekraf Minta Pajak Luar Negeri Dipangkas Permudah Ekspor Produk Kreatif
Mengintip Pembuatan Kerajinan Berbahan Limbah Kertas Koran
Blibli.com Gelar The Big Start Season 4 Dukung Pengembangan Usaha Kreatif
Presiden Jokowi Temui Pelaku UMKM di Istana
Produksi Kain Pantai Mojolaban yang Mendunia