RI Raih Bebas Bea Masuk, Luhut Harap Pengusaha AS Lirik Investasi di Indonesia
United States Trade Representative (USTR) Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.
United States Trade Representative (USTR) Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berharap perusahaan AS dapat melihat kebijakan tersebut sebagai peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur mereka.
"Pemerintah Indonesia berharap perusahaan-perusahaan AS dapat melihat ini sebagai peluang menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur mereka untuk ekspor ke AS, ke pasar Asia dan ke pasar Indonesia yang besar yaitu 272,73 juta jiwa dengan PDB lebih dari USD 1 triliun," kata Menko Luhut dalam US-Indonesia Investment Summit ke-8, Jumat (11/12).
Menko Luhut merincikan, terdapat 3.572 pos tarif yang telah diklasifikasikan oleh US Customs and Border Protection (CBP) pada level Harmonized System (HS) 8-digit yang mendapatkan pembebasan tarif melalui skema GSP.
Adapun 3.572 pos tarif tersebut mencakup produk-produk manufaktur dan semi manufaktur, pertanian, perikanan dan juga industri primer. Daftar produk yang mendapatkan pembebasan tarif bisa dilihat pada Harmonized Tariff Schedule of the United States (HTS-US).
Menko Luhut juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan visi Indonesia 2045. Di mana, Indonesia akan tumbuh sebagai ekonomi terbesar di dunia.
"Kami yakin, bahwa kami sebagai pemerintah telah melakukan bagian kami. Di mana Anda termasuk dalam komunitas investasi akan memulai bersama kami, seperti apa yang kami harapkan," ujar Menko Luhut.
Jokowi Sebut Perpanjangan Pembebasan Bea Masuk AS Mampu Genjot Investasi RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, keputusan Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia, mampu memberikan kesempatan untuk memperbaiki investasi di Indonesia.
"Saya ingin mengingatkan bahwa kesempatan untuk memperbaiki investasi kita diberikan peluang karena kemarin GSP untuk masuk ke Amerika sudah diberikan perpanjangan sehingga ini menjadi kesempatan karena kita adalah satu-satunya negara di asia yang mendapatkan fasilitas ini," ungkap Jokowi.
Dia berharap ekspor bisa meningkat pesat, sebab fasilitas GSP yang diberikan kepada Indonesia.
"Syukur-syukur ini juga dipakai sebagai kesempatan untuk menarik investasi karena kita ada fasilitas itu karena orang ingin mendirikan industri pabrik perusahaan di Indonesia akan menjadi lebih menarik karena untuk masuk ke Amerika kita diberikan fasilitas dari Amerika," imbuhnya.
Dia meminta agar investasi bisa dikejar pada kuartal IV-2020, sehingga pada tahun 2021, di Kuartal I bulan Januari, Februari, Maret sudah mulai bergerak lagi. "Ini dikejar di kuartal 4 dan nanti di Kuartal 1 bulan Januari, Februari, Maret sudah mulai bergerak lagi," tandasnya.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)