Revolusi industri 4.0, Menperin fasilitasi IKM di marketplace
Pasar online menjadi basis penting dalam memajukan industri dalam negeri.
Di era revolusi industri 4.0, pasar online menjadi basis penting dalam memajukan industri dalam negeri. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pasar online ini bisa jadi sebagai uji coba produk dalam negeri kepada masyarakat luas, khususnya untuk pasar dunia. Karena itu, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi industri kecil dan menengah (IKM) dimarketplace.
"Kami Kementerian Perindustrian, memiliki program e-Smart IKM yaitu sistem berbasis data IKM yang tersaji dalam bentuk profil industri, produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang sudah ada," kata Airlangga.
Marketplace yang dimaksud Airlangga adalah, Bukalapak.com, Tokopedia.com, Shoopee, blibli.com dan blanja.com. Melalui program e-Smart, kata Airlangga, sektor industri IKM diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital tersebut.
Dia menjelaskan, sampai akhir tahun 2017 terdapat 1.730 IKM yang telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Kementerian Perindustrian sendiri menargetkan ada 10 ribu pelaku IKM mengikutiworkshop e-Smart IKM di seluruh Indonesia sampai akhir 2019.
"Revolusi industri 4.0 merupakan lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya," tutur dia.
Airlangga menuturkan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini tak hanya dalam proses produksi, melainkan di seluruh rantai nilai industri. Dengan begitu, bisa melahirkan proses model bisnis baru dengan basis digital.
Kata dia, untuk mencapai efisien tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, telah ditetapkan lima sektor manufaktur yakni industri makanan dan minuman, otomotif, elektronik, tekstil dan kimia. "Kelimanya akan menjadi percontohan dan prioritas dalam pengembangannya," ucap dia.
(mdk/esy)