Revitalisasi armada, KAI beli 890 kereta baru secara bertahap
"Sebanyak 51 persen usianya sudah 30-50 tahun," ujar Edi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana untuk melakukan revitalisasi armadanya. Sebanyak 890 kereta penumpang kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif sudah dibeli KAI untuk mengganti kereta api yang sudah tua.
"Total 890 kereta (K1, K2, K3) akan kita ganti. Sebanyak 51 persen usianya sudah 30-50 tahun," ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5).
Usia tersebut, kata Edi, sudah melebih usia kelayakan yang ditentukan yakni 33 tahun. Atas dasar itu, pihaknya akan melakukan revitalisasi karena dikhawatirkan akan mengganggu keselamatan penumpang.
"Masa pakainya 33 tahun, sehingga kalau ada kelebihannya dan diperbaiki, maka akan beresiko," kata dia.
Dari 890 armada yang akan di beli, Edi mengaku tahun ini akan membelinya secara bertahap. "Mau dicicil, tahun ini 300 kereta, jadi 300 kereta per tahun. Kalau terealisasi bisa menggeser kereta usia diatas 31 tahun. Untuk harga yang kereta barang Rp 500 juta, kereta penumpangnya belum tahu," pungkas dia.
Baca juga:
Mengintip Kemewahan Gerbong Kereta Wisata Nusantara
Ambil INKA, KAI bakal perluas pasar komponen kereta di Asia
Tiket kereta api tujuan mudik lebaran habis terjual
Awal pekan depan, penjualan tiket KA mudik lebaran 2016 dibuka
Pelayanan loket eror, antrean penumpang membludak di Stasiun Tebet
Hingga akhir 2016, KCJ bakal datangkan 18 gerbong kereta