LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Resmikan SPAM Umbulan, Jokowi Tak Mau Air Bersih di Surabaya Macet

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menjamin penyaluran air bersih di sana bisa langsung dimanfaatkan, dengan proyeksi sekitar 4.000 liter per detik. Namun, saat ini angka penyalurannya masih kurang 20 persen dari kapasitas maksimumnya.

2021-03-22 15:15:00
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (22/3). Jokowi berharap proyek besar tersebut nantinya dapat memberikan manfaat air bersih untuk rumah tangga di Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Alhamdulillah, SPAM Umbulan yang telah lama dikerjakan hari ini telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Utamanya masyarakat Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kota Sidoarjo, Kota Surabaya," ujar Jokowi dalam siaran video, Senin (22/3).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menjamin penyaluran air bersih di sana bisa langsung dimanfaatkan, dengan proyeksi sekitar 4.000 liter per detik. Namun, saat ini angka penyalurannya masih kurang 20 persen dari kapasitas maksimumnya.

Advertisement

"Saya tanyakan di lapangan, itu baru 900 liter per detik. Artinya masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini pekerjaan besarnya di situ," kata Jokowi.

Jokowi lantas meminta seluruh bupati/walikota yang akan teraliri oleh air bersih tersebut duduk bersama dengan Gubernur Jawa Timur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta pihak pengelola untuk menyelesaikan kasus ini.

Advertisement

Telan Biaya Rp2 Triliun

Dia menegaskan, proyek SPAM besar yang memakan biaya sekitar Rp 2 triliun tersebut bisa betul-betul digunakan oleh masyarakat di Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Yang penting di situ. Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga ini terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas," serunya.

"Apakah PDAM kota/kabupaten, di tingkat provinsi, atau Menteri PUPR. Saya minta Minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan," tegas Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.