Rekomendasi KNKT ke Boeing Usai Kecelakaan Lion Air di Laut Karawang
Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo tidak menyampaikan secara rinci enam rekomendasi tersebut. Meskipun demikian, dia mengatakan salah satu poin rekomendasi terkait perbaikan assessment oleh Boeing atas produk baru.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerbitkan enam rekomendasi keselamatan untuk Boeing. Rekomendasi ini disampaikan berdasarkan kesimpulan atas hasil investigasi jatuhnya Lion Air PK-LQP di Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018 silam.
Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo tidak menyampaikan secara rinci enam rekomendasi tersebut. Meskipun demikian, dia mengatakan salah satu poin rekomendasi terkait perbaikan assessment oleh Boeing atas produk baru.
"Terkait asumsi-asumsi yang mereka gunakan, terkait assesment desain baru," kata dia di Kantor KNKT, Jakarta, Jumat (25/10).
"Intinya ke Boeing masalah gimana mereka melakukan assesment, kajian-kajian, dan asumsi itu yang perlu diperbaiki, dilakukan dengan lebih akurat," sambungnya.
Investigasi KNKT menemukan bahwa salah satu penyebab kecelakaan, yakni pilot tidak terinformasi soal fitur baru pada Boeing 737 Max, yakni Maneuvering Characteristics Augmentation System alias MCAS.
Sebagai informasi, MCAS adalah fitur yang baru ada di pesawat Boeing 737-8 (MAX) untuk memperbaiki karakteristik angguk (pergerakan pada bidang vertikal) pesawat pada kondisi flap up, manual flight (tanpa auto pilot) dan AOA tinggi.
Proses investigasi menemukan bahwa desain dan sertifikasi fitur ini tidak memadai, juga pelatihan dan buku panduan untuk pilot tidak memuat informasi terkait MCAS.
"Jadi saat mereka lakukan training dari pesawat tipe sebelumnya ke 737 MAX, tidak ada informasi mengenai MCAS di dalam buku panduan pilot. Sehingga pilot sama sekali tidak memiliki informasi tentang apa itu MCAS," ungkapnya.
"Hal ini tentu menyulitkan pada saat MCAS mulai aktif, mereka tidak bisa mengenali gejala ini disebabkan oleh sistem apa," imbuhnya.
Atas dasar itu, pihaknya merekomendasikan pada Boeing agar penetapan asumsi harus lebih mempertimbangkan kemampuan pilot pada umumnya. KNKT menilai asumsi Boeing ditetapkan berdasarkan ketrampilan test pilots yang dimiliki Boeing.
"Karena test pilots memang pada jago-jago. Kan Pilot pada umumnya itu tidak sejago test pilots. Mereka (Boeing) diminta membuat asumsi yang lebih membumi," tandasnya.
Baca juga:
Kemenhub Tindaklanjuti Rekomendasi KNKT soal Investigasi Kecelakaan Lion Air
KNKT Ungkap Suasana Menegangkan Kokpit Pesawat Lion Air Jelang Jatuh di Laut Karawang
Cerita Lengkap KNKT soal Sensor Pesawat Lion Air Pernah Rusak Dipasang di Malindo Air
Salah Satu Penyebab Jatuhnya Lion Air JT-610 Terkait Komunikasi Antar Awak
KNKT Umumkan Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610 di Karawang