LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

REI: Pajak investasi real estate 0,5 persen bangun ekonomi daerah

Nantinya, pajak ini akan masuk ke kas daerah sebagai pajak investasi pembangunan properti.

2016-03-02 11:54:10
Properti
Advertisement

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan pemerintah pusat telah bersedia menetapkan pajak Dana Investasi Real Estate (DIRE) sebesar 0,5 persen. Sedangkan, untuk Bea Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 1 persen.

Meski begitu, Eddy menegaskan penetapan ini masih harus dibicarakan dengan pemerintah daerah, yang wilayahnya potensial untuk menjadi properti untuk masuk Real Estate, terutama untuk BPHTB. Nantinya, pajak ini akan masuk ke kas daerah sebagai pajak investasi pembangunan properti.

"Saya pikir kalau total pajaknya 1,5 persen ini akan sudah lebih baik, menarik dan kita akan mendorong untuk bisa jalan. Harapan kita di awal ini kalau bisa 1,5 persen ini akan lebih baik. Supaya dana investasi ini masuk dan bergulir di lapangan," kata Eddy di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/3).

Advertisement

Dia berharap, penetapan pajak ini akan bisa diputuskan bulan ini, sebab sudah banyak investor yang menanti untuk menanamkan modal di Indonesia. Nantinya, dana investasi yang masuk tidak hanya properti, tapi juga infrastruktur lainnya guna mendorong ekonomi daerah dan lapangan kerja.

"Ini banyak (peminatnya). Makanya karena banyak kami mengusulkan ke pemerintah agar segera dijalankan. Ini bulan Maret targetnya beres. Tapi masih dibahas kita doakan bisa secepatnya," kata dia.

Jika investasi sudah berjalan, Eddy memastikan pembangunan tersebut akan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Advertisement

"Karena pembangunan tidak bisa menggunakan mesin secara total. Seperti pasang kerami, pasang gorden ini kan masih butuh manusia, jadi tidak bisa alat khusus yang untuk masang keramik. Jadi pembangunan ini memang membutuhkan itu," pungkas dia.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.