LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Reboisasi Jadi Kunci Tingkatkan Ketahanan Air di Daerah

Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional, Happy Mulya menyebut Pulau Jawa masih menjadi salah satu provinsi ketahanan airnya rendah. Dengan mayoritas penduduk terbesar, Pulau Jawa umumnya hanya bisa menampung sebanyak 1.300 liter per orang saja.

2020-07-08 11:14:16
Pembangunan infrastruktur
Advertisement

Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional, Happy Mulya menyebut Pulau Jawa masih menjadi salah satu provinsi ketahanan airnya rendah. Dengan mayoritas penduduk terbesar, Pulau Jawa umumnya hanya bisa menampung sebanyak 1.300 liter per orang saja.

"Itu kalau dalam neraca air kita hitung sudah merah di situ, kalau di Jawa kan kita tahu berapa kita punya jumlah penduduk sekarang 267 juta, 135 juta ada di Jawa," katanya saat berbincang dengan merdeka.com di Kantornya, Jakarta, seperti ditulis Rabu (8/7).

Dia mengungkapkan salah satu penyebab yang membuat ketahanan air di Jawa masih rendah dikarenakan banyaknya alih fungi lahan. Sebab, dulu tutupan lahan di Pulau Jawa masih cukup bagus, namun seiring berubah menjadi pemukiman, industri, dan infrastruktur lainnya maka mempengaruhi daya dukung pulau dan tanah. "Jadi itu yang kritis," imbuh dia.

Advertisement

Selain di Jawa, beberapa provinsi ketahanan airnya dianggap rendah atau masuk kategori kritis yakni Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh bagian ujung, Semarang, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Sulawesi Utara.

"Mungkin ada pengecualian, kalau di wilayah Indonesia ini ada juga wilayah yang semi kering seperti di NTT. Pulau-pulau di Kepulauan Maluku bagian selatan itu pulau kecil semi kering sampai di Papua bagian selatan di Merauke itu di bawah 1.000 milimeter per tahun. Kalau yang lain masih rata-rata 3.000 milimeter per tahun masih cukup tinggi. cuma dia berubah karena hutannya mulai terganggu berkurang," jelas dia.

Dia mengatakan sebagai antisipasi dan langkah upaya untuk meningkatkan ketahanan air di beberapa provinsi tersebut kuncinya adalah tutupan lahan ke depan, pohon-pohon dilakukan reboisasi. Hal itu menjadi penting karena sarat terjadinya hujan itu harus ada pohon dan juga hutan.

Advertisement

"Kalau ada pohon hutan banyak kan dia simpan air di situ. Dengan sekarang berkurang, ini yang PR (Pekerjaan Rumah)," ujarnya.

Selain melakukan reboisasi terhadap hutan-hutan, dia juga berharap kerusakan-kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di setiap provinsi harus diperhatikan dan dilakukan revitalisasi. Dalam hal ini tentu saja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak bisa bekerja secara sendiri harus berbarengan dengan Kementerian Lembaga serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

"Karena air untuk anak cucu kita kan. Itu akan susah kalau kita tidak bisa kendalikan kerusakan penebangan pohon, karhutla dan lain-lain," ucapnya.

Di samping itu, Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional juga turut mendorong gerakan penanaman pohon yang sempat dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dia menekankan agar tidak hanya sekedar menanam namun bagaimana cara pemeliharaannya ke depan.

"Kalau bisa dengan gerakan penanaman pohon itu 1 kalau bisa banding 100 biar cepat. Ini mungkin perlu dievaluasi juga berapa juta yang ditanam berapa juga yang hidup. Kita kan biasa cuma tanam tidak ada yang siram. Kadang juga sudah mulai tumbuh, pas kebakaran hutan kena jadi tanam harus ada upaya pemeliharaan. Tidak semua tapi sepertinya perlu dievaluasi lagi dimonitor keberhasilannya," tandas dia.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.