LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Realisasi Penyaluran Kredit Dana PEN 11 BPD Capai Rp24,92 Triliun

Pemerintah telah menempatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD) senilai Rp14 triliun dengan target penyaluran Rp29,11 triliun. Jumlah yang sudah terealisasi sebesar 85,59 persen atau Rp24,92 triliun.

2020-12-10 13:47:22
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Pemerintah telah menempatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD) senilai Rp14 triliun dengan target penyaluran Rp29,11 triliun. Jumlah yang sudah terealisasi sebesar 85,59 persen atau Rp24,92 triliun.

Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia mencatat, Bank Jateng menyalurkan kredit terbesar, yakni mencapai Rp6,02 triliun. Sementara itu, Bank BJB telah menyalurkan Rp5,34 triliun, dan Bank Jatim sebesar Rp5,16 triliun.

"Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp2,8 triliun, Bank BPD Bali Rp1,63 triliun, dan Bank Sulutgo Rp1,07 triliun," kata Indah dalam webinar Puslit DPR RI, Kamis (10/12).

Advertisement

Sementara itu, masih ada lima BPD yang menyalurkan kredit di bawah Rp1 triliun. Bahkan ada BPD yang hanya menyalurkan kredit sebesar Rp1,09 miliar.

Kelima BPD yang menyalurkan kredit di bawah Rp1 miliar yaitu Bank Sulselbar Rp747 miliar, Bank Sumut Rp554 miliar, Bank Jambi Rp276 miliar, Bank Kalbar Rp238 miliar, dan Bank BPD DIY hanya Rp1,09 miliar. Mantan manajer Persebaya ini pun akan mencari tahu mengapa BPD DIY hanya menyalurkan kredit sebesar Rp1 miliar.

"Bank BPD DIY dapat Rp1 triliun, di catatan kami ini dia hanya bisa menyalurkan kredit Rp1 miliar, nanti saya cek lagi, kok hanya Rp1 miliar," imbuhnya.

Advertisement

Indah berharap, BPD memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program PEN. Masing-masing BPD mempunyai peran untuk menyalurkan kredit produktif ke sektor ekonomi andalan daerah seperti sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.

"Nah kalau kredit konsumsi disalurkan kepada ASN dan guru yang saat ini membutuhkan sarana dan prasarana untuk proses belajar-mengajar daring. Sehingga, bukan hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, jika di masa sulit seperti ini, pihak bank maupun debitur saling menahan diri untuk mengambil kredit. Hal ini sempat disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dua hari lalu. Padahal, kata Indah, bank sangat bergantung pada penerimaan bunga kredit.

"Bank itu hidupnya dari penerimaan bunga kredit bukan deposito, nah sekarang bank itu kondisinya yang meletakan kredit selama pandemi itu sedikit. Tapi sebenarnya kalau BPD itu masih flat, tidak separah bank persero atau swasta nasional yang memang turun," ujar Indah.

Diketahui, Bank BJB menerima dana paling tinggi dari 10 bank lainnya, yaitu sebesar Rp2,5 triliun. Kemudian bank yang menerima dana terbesar, yaitu Bank Jatim, Bank DKI, dan Bank Jateng, yang telah menerima dana sebesar Rp2 triliun.

"Di urutan ketiga yakni Bank Sulutgo, Bank Sulselbar, Bank Sumut, dan Bank BPD DIY. Keempat bank ini menerima dana Rp1 triliun,"

Ada 3 bank yang mendapatkan dana kurang dari Rp1 miliar. Ketiga bank itu yaitu Bank BPD Bali Rp700 miliar, Bank Kalbar Rp500 miliar, dan yang mendapatkan dana PEN paling sedikit yaitu Bank Jambi Rp300 miliar.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.