Rayu pemerintah, China sesumbar sanggup bangun kereta cepat 3 tahun
Proposal dari Jepang dan China akan direview dan diumumkan dalam dua pekan ke depan.
Secara massif pemerintah China terus melakukan lobi ke pemerintah Indonesia. Tidak hanya menemui Presiden Joko Widodo, perwakilan China juga mencoba meyakinkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Pemerintah China sudah mengajukan proposal pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Untuk menarik perhatian pemerintah, pemerintah China meyakinkan dengan mengklaim sanggup menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Investasi yang siap digelontorkan untuk jalur kereta cepat mencapai USD 5,5 miliar.
"Mereka menawarkan tawaran baru yang sanggup dikerjakan pada September dan selesai dalam waktu tiga tahun atau 2018," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional Andrinof Chaniago yang ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (11/8).
Andrinof menuturkan, pertemuan dengan pemerintahan China memberikan gambaran jelas mengenai proyek kereta cepat. Bahkan, kata Andrinof, cukup masuk akal. Apalagi China salah satu negara yang memiliki jalur kereta api terpanjang di dunia.
"Dia tunjukkan pengalaman membangun 17.000 km jalur kereta api termasuk 9.000 km diantaranya kereta cepat atau HSR dan itu terbesar di dunia," kata dia.
Pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung tidak perlu pembebasan lahan. Sebab menggunakan jalur melayang. Andrinof menegaskan, proyek kereta cepat ini sepenuhnya dibiayai swasta bukan melalui APBN.
"Mereka (China) tidak minta jaminan. Itu satu lagi," kata dia.
Namun pemerintah belum memutuskan siapa yang bakal menggarap kereta cepat. Mengingat selain China, Jepang juga telah mengajukan proposal. Pemerintah bakal melibatkan konsultan independen untuk memutuskan proyek tersebut.
"Ya kita akan review dalam dua minggu. Dalam dua minggu nanti diumumkan atau bisa lebih cepat. Ini saya sudah perintahkan untuk mereview. mana yang lebih baik dari segala aspek antara Jepang atau China," ucapnya.
(mdk/noe)