LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rayu Investor, Bos BI Banggakan Kemampuan Indonesia Stabilisasi Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, membanggakan stabilitas moneter Indonesia dihadapan ratusan investor di Mandiri Investment Forum. Menurutnya, Indonesia akan menjadi ladang investasi yang bagus ditopang oleh kondisi nilai tukar Rupiah yang terus terapresiasi atau menguat terhadap Dolar AS (USD).

2019-01-30 13:37:29
Investasi
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, membanggakan stabilitas moneter Indonesia dihadapan ratusan investor di Mandiri Investment Forum. Menurutnya, Indonesia akan menjadi ladang investasi yang bagus ditopang oleh kondisi nilai tukar Rupiah yang terus terapresiasi atau menguat terhadap Dolar AS (USD).

Dia mengungkapkan, tahun lalu memang bukan merupakan tahun yang baik bagi Rupiah. Depresiasi atau pelemahan Rupiah terjadi selama beberapa kali bahkan menembus level Rp 15.000 per USD.

Akan tetapi, kondisi tersebut terbukti dapat diatasi dengan kebijakan-kebijakan moneter yang diambil bank sentral bersama pemerintah. Rupiah tercatat terus menguat di awal 2019 ini.

Advertisement

"Kebijakan yang diambil oleh bank sentral dan pemerintah membuat Rupiah terus menguat dan kembali ke level Rp 14.000. Tahun lalu Rupiah terdepresiasi 5,85 persen dan tahun ini terapresiasi," kata Perry dalam presentasinya pada acara Mandiri Investment Forum di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (30/1).

Perry optimistis tahun ini merupakan tren penguatan bagi Rupiah. Penguatan Rupiah ini juga ditandai oleh derasnya modal asing masuk ke Indonesia yang sudah dimulai sejak kuartal akhir 2018. "Dengan masuknya modal asing, pasokan akan meningkat dan pengaruhnya terhadap nilai tukar Rupiah," ujarnya.

Berdasarkan data BI, pada tahun lalu aliran modal asing yang masuk ke Indonesia tercatat sebanyak USD 12 miliar. Sementara itu, di 2019 juga diawali secara positif dengan masuknya aliran modal asing yang hingga kini sudah tercatat sebanyak USD 1,4 miliar.

Advertisement

2019 Dipastikan akan semakin menjanjikan bagi iklim investasi di Indonesia dengan adanya proyeksi The Fed atau bank sentral AS yang dipastikan tidak akan seagresif tahun lalu dalam mengerek suku bunga acuannya.

Faktor selanjutnya adalah fundamental ekonomi Indonesia yang diklaim semakin kuat ditandai angka pertumbuhan ekonomi yang baik, tingkat inflasi rendah, dan defisit anggaran yang lebih rendah dari target.

"Tahun ini kemungkinan suku bunga acuan The Fed naik hanya dua kali, ini adalah salah satu pertimbangan yang juga akan mempengaruhi nilai tukar di Indonesia. Kemudian target defisit neraca berjalan yang ditargetkan membaik membantu membuat pasar lebih baik," tutupnya.

Baca juga:
Realisasi Investasi Tahun 2018 Tak Capai Target
Gandeng Pegadaian, Tokopedia Layani Investasi Emas Mulai dari Rp 500
Kemenperin Tarik Investor Jepang Bikin Baterai Mobil Listrik
Bangun Pabrik Kereta Terbesar di Indonesia, INKA Gelontorkan Rp 30 Triliun
Lepas 31,05 Persen Saham Inter Milan, ini Rincian Untung Diraup Erick Thohir
5 Tips Jitu Jalankan Bisnis Kontrakan Agar Tak Rugi
Beragam Tantangan Pajak Tahun ini, Mulai Pemilu Hingga Turunnya Harga Komoditas

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.