Ramadan, Pertamina jamin pasokan BBM dan elpiji
Saat libur Lebaran, bakal mengoperasikan seluruh SPBU sepanjang jalur mudik dan balik selama 24 jam.
PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan bahan bakar minyak dan elpiji mencukupi saat Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Saat libur Lebaran, perusahaan energi pelat merah itu bakal mengoperasikan seluruh SPBU sepanjang jalur mudik dan balik selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga memperbanyak outlet Bahan Bakar Khusus, baik curah maupun kemasan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengasumsikan Lebaran terjadi pada 6-7 Juli 2016. Berdasarkan itu, Pertamina memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Sabtu atau H-4 Lebaran. Adapun puncak arus balik diperkirakan pada Minggu (10/7) atau H+3 Lebaran.
"Jadi kami lihat nanti akan terserap 150 persen dari Daily Objective Throughput saat normal. Kami prediksikan konsumsi BBM sekitar 107,859 Kiloliter pada H-4. Kemudian akan sedikit menurun. Terus H+3 naik lagi 125 persen dari DOT. Rata-rata hariannya konsumsi premium sekitar 71.905 kiloliter," kata Wianda di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6).
Untuk solar, Pertamina memproyeksi akan terjadi penurunan konsumsi saat Lebaran. Mengingat itu momen libur dan truk yang tak mengangkut bahan pokok dan bahan bakar dilarang beroperasi.
"Jadi solar sendiri kami prediksikan pada hari H akan turun drastis. Kemudian perlahan akan kembali normal," ungkap Wianda.
Adapun Avtur, Pertamina memproyeksi konsumsi akan meningkat, terutama pada puncak arus mudik dan balik. Pada H-4 Lebaran, konsumsi avtur diperkirakan mencapai 15.263 kiloliter atau naik 119 persen ketimbang hari normal. Pada H+3, konsumsi avtur diperkirakan melonjak 119 persen dari biasanya.
"Kalau elpiji, jangka waktunya agak sedikit panjang karena kondisi pemakaian lebih lama. Kamilihat secara total, 22.652 metrik ton (MT) per hari, atau sekitar 109 persen dari DOT. Karena akan ada peak demand, rata-rata H-9 sampai H-2 persiapan untuk Lebaran. Ini yang secara rutin kami pantau dan disediakan secara baik," ungkap Wianda.
(mdk/yud)