LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ralat berita: Jonan tak toleransi kelalaian keselamatan penumpang

Jonan belum mengetahui penyebab hilangnya pesawat Trigana Air jenis ATR, dengan nomor penerbangan IL 267.

2015-08-17 19:40:57
Pesawat Trigana Air Hilang
Advertisement

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan angkat bicara terkait kecelakaan pesawat yang dialami maskapai Trigana Air jenis ATR, dengan nomor penerbangan IL 267. Pesawat dengan 49 penumpang ini hilang kontak dalam penerbangan Jayapura-Oksibil pada Minggu (16/8).‎

Menurut Jonan, pihaknya belum mengetahui persis penyebab kecelakaan pesawat ini. Namun Jonan memastikan tidak akan mentolerir setiap kelalaian yang dilakukan oleh pihak siapapun.

"Kita tidak tahu persis penyebab kecelakaan, namun setiap aparatur yang bertugas dan terkait dengan hilangnya pesawat udara harus bertanggung jawab. Saya tidak tidak toleransi adanya kelalaian dalam pekerjaan," ucap Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (17/8).

Advertisement

Berita ini sekaligus meralat pernyataan Jonan sebelumnya yang mengatakan kecelakaan pesawat terjadi karena kelalaian maskapai. Redaksi merdeka.com meminta maaf atas kesalahan pada berita sebelumnya.

"Hilangnya pesawat Trigana kemarin siang menjadi contoh bahwa kewaspadaan kita dan kesungguhan kerja kita diuji," kata Jonan.

Berkaca dari kejadian ini, Jonan secara lantang meminta kepada semua pihak terutama yang berada di setiap UPT di bandara, pelabuhan dan di manapun juga agar terus mengutamakan keselamatan penumpang.

Advertisement

"Apabila dipandang bahwa kewajiban itu memberatkan, saudara harus mengajukan diri kepada pimpinan untuk dapat melaksanakan tugas yang bersifat lebih biasa. Kalau bertugas di kantor pusat itu pekerjaan yang paling mudah karena satu tidak harus cari uang, dua pekerjaannya bersifat administratif," tegasnya.

Jonan mengakui, bekerja sebagai ujung tombak pelayanan tidaklah mudah. "Rekan rekan kita di ujung-ujung pelayanan dan pengoperasian itu tugasnya sangat berat. jadi saya perintahkan bahwa semua yang bertugas di UPT harus waspada jangan membuat kelalaian sekecil apapun," tutupnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.