LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rahasia UKM Sepatu Berusia 128 Tahun Tolak Gulung Tikar Imbas Corona

Rasa cemas tentu dirasakan para pelaku bisnis ketika krisis ekonomi menyebar di hampir seluruh negara dunia akibat Virus Corona. Pebisnis khawatir usaha yang mereka jalani akan gulung tikar alias tutup. Namun, berbeda dengan Peter Gimre. Pemilik toko sepatu di kota pesisir Astoria, Amerika Serikat.

2020-09-21 07:20:00
Tips Sukses
Advertisement

Rasa cemas tentu dirasakan para pelaku bisnis ketika krisis ekonomi menyebar di hampir seluruh negara dunia akibat Virus Corona. Pebisnis khawatir usaha yang mereka jalani akan gulung tikar alias tutup.

Namun, berbeda dengan Peter Gimre. Pemilik toko sepatu di kota pesisir Astoria, Amerika Serikat. Dia mengatakan, meski pendapatan turun 20 persen selama pandemi, namun itu adalah kesuksesan besar.

Dilansir dari CNN, awalnya Gimre’s Shoes telah tutup selama dua minggu. Peter kemudian berusaha untuk bekerja sendiri tetapi dia menganggap upaya itu percuma. Sebab, tidak ada turis yang datang dan masyarakat juga tetap tinggal di dalam rumah.

Advertisement

Dengan hampir tiga perempat pendapatannya hilang pada saat itu, Peter tidak berpikir dia dapat menjalankan bisnisnya lebih dari beberapa bulan. Namun, pada akhir April, Peter mendapat insentif pemerintah.

"Jika saya tidak memiliki pinjaman, siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Itu adalah garis hidup yang benar," kata Peter.

Pada 15 Mei, dia membuka kembali tokonya untuk pelanggan yang datang. Tetapi dengan kapasitas yang terbatas. Peter tidak diizinkan memiliki lebih dari delapan pelanggan di dalam satu waktu untuk tujuan jarak sosial. Dia juga memotong jam buka tokonya satu jam sehari dan tidak lagi buka pada hari Minggu.

Advertisement

Toko yang sudah berusia 128 tahun ini juga telah mengurangi pengeluarannya, membantu mengimbangi sebagian dari pendapatan yang hilang. Dia tidak lagi menghabiskan uang untuk pemasaran dan periklanan.

Setelah dibuka kembali untuk pelanggan langsung, penjualan mulai meningkat. Sementara mereka masih turun 20 persen di bulan Agustus.

Berkat pinjaman pemerintah dan biaya yang lebih rendah, tokonya bisa bertahan dalam krisis pandemi. Namun jika pandemi menyerang lagi ekonomi seperti yang terjadi musim semi ini, Peter tidak yakin bagaimana dia akan bertahan.

"Jika itu terjadi sekarang, saya punya bantalan. Jika itu terjadi musim semi berikutnya, saya tidak tahu akan seperti apa arus kas saya pada saat itu."

Bertahan Demi Pelanggan

Menurutnya, menjalankan bisnis kecil selalu sulit, terutama selama krisis kesehatan dan ekonomi yang sedang melanda. Tetapi itu yang ingin Peter terus lakukan untuk pelanggannya.

Bisnisnya yang berhasil bertahan secara finansial selama berbulan-bulan dalam pandemi membuat Peter merasa nyaman. Tapi yang juga membuatnya terus maju adalah dukungan emosional yang didapat dari komunitasnya.

Banyak pelanggan setia yang mengatakan kepadanya bahwa mereka lebih suka membeli dari tokonya daripada di tempat lain.

"Hanya mendengar itu secara teratur, memberi suntikan energi jiwa dan membuat kami ingin melakukan semua yang kami bisa untuk tetap dalam bisnis, yang kami mau," katanya.

Reporter Magang : Brigitta Belia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.