Putra Mahkota UEA Hingga Tony Blair Jadi Dewan Pengarah Ibu Kota Baru
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembicaraan dewan pengarah ini sudah dilakukan jauh hari. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah bertemu ketiganya.
Pemerintah menunjuk tiga tokoh besar sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, yakni Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), Masayoshi Son dan Tony Blair.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembicaraan dewan pengarah ini sudah dilakukan jauh hari. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah bertemu ketiganya.
"Sudah ketemu sama presiden dan prosesnya itu sudah lama," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (15/1).
Untuk diketahui, Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) merupakan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA). Presiden Joko Widodo telah menunjuknya sebagai Ketua Dewan Pengarah. MBZ memiliki dua anggota yakni Masayoshi Son dan Tony Blair.
Masayoshi Son merupakan pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile. Dia adalah salah satu orang terkaya di Jepang.
Sementara Tony Blair adalah Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007. Tony pernah ditugaskan sebagai L utusan Timur Tengah untuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia. Kala itu, salah satu tugas utamanya menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Tugas Dewan Pengarah
Luhut menyebut selain mengatur pendanaan pembangunan ibukota baru, para dewan pengarah ini juga bertugas untuk mempromosikan Indonesia. Sosok MBZ dan Masayoshi juga dianggap berpengaruh.
"Nanti kita bikin sovereign wealth fund, itu orang melihat bangun kepercayaan," ujar Luhut.
Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana USD 22,8 miliar atau setara Rp311,9 triliun (asumsi Rp13.677 per USD) untuk berinvestasi di Indonesia melalui skema Sovereign Welth Fund. UEA akan menyiapkan dana investasi bersama dengan Softbank dari Jepang dan International Development Finance Corporation (IDFC) Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan oleh Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Minggu 12 Januari 2020.
(mdk/azz)