LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Punya gedung pintar, nonton bola di GBK tak perlu lagi khawatir susah cari parkir

Ada pun sistem reservasi ini akan terintegrasi dengan aplikasi "love GBK" yang tengah disiapkan PPK GBK sebagai pengelola kawasan. Anggoro pun menjelaskan bahwa gedung parkir pintar akan mampu menampung 1.000 kendaraan. Daya tampung itu sudah maksimal karena untuk angka yang lebih besar memerlukan gedung lebih tinggi.

2018-01-09 09:30:00
asian games 2018
Advertisement

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) tengah membangun fasilitas gedung parkir pintar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Salah satu layanan yang disediakan adalah adanya sistem pemesanan (reservasi) parkir secara daring (online).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategi 3 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Anggoro Putro, mengatakan masyarakat nantinya bisa datang untuk menyaksikan pertandingan atau beraktivitas tanpa perlu repot mencari tempat parkir.

"Jadi kita juga akan buat sistem reservasi parkir yang terintegrasi dengan tiket masuk. Jadi, kalau orang pesan tiket nonton bola, dia juga bisa reserve parkir. Jadi saya tidak perlu bingung saya dapat parkir tidak kalau saya mau nonton," kata dia kepada Merdeka.com di Jakarta, pekan lalu.

Advertisement

Ada pun sistem reservasi ini akan terintegrasi dengan aplikasi "love GBK" yang tengah disiapkan PPK GBK sebagai pengelola kawasan. "Mungkin akan ada dengan tarifnya tapi itu nanti diatur mereka (Pengelola Kawasan GBK). Itu unik ya, belum ada kan pesan parkir pakai aplikasi yang menjamin kalau saya mau nonton saya juga pasti dapat tempat parkir," jelas dia.

Anggoro pun menjelaskan bahwa gedung parkir pintar akan mampu menampung 1.000 kendaraan. Dia menjelaskan, daya tampung tersebut sudah maksimal karena untuk angka yang lebih besar memerlukan gedung lebih tinggi.

"Awal-awal kita kejar kapasitasnya 1.500 kendaraan, tapi efeknya memerlukan 4 atau 5 lantai, artinya lebih tinggi dari aquatik dan Istora. Itulah yang dikhawatirkan oleh masyarakat, oleh pemerhati bangunan cagar budaya, kok malah bangunan baru ini yang mendominasi," ujarnya.

Advertisement

"Kita tahu filosofi bahwa stadion utama adalah artis utama dan ada 2 bangunan pendamping Istora sama aquatik. Tidak boleh ada lagi bangunan yang lebih besar, keren, tinggi dari aquatik dan Istora. Ini (gedung parkir) hanya akan 3 lantai, lebih low profile. Size-nya lebih kecil. Kita coba akali dengan nanti ada satu lantai yang ditutupi gundukan tanah. Itu yang akan menutupi. Jadi kelihatan hanya 2 atau 1 lantai saja," tandas Anggoro.

Baca juga:
Menko Luhut sambut niat Ratu Prabu bangun LRT Jakarta bisa tekan beban APBN
Potret Pasar Gembrong jelang digusur untuk Tol Becakayu
Syarat pemerintah agar LRT Ratu Prabu diberi lampu hijau dibangun di Jakarta
Lari pagi bareng Sandi Uno, Menteri Rini bahas kontribusi BUMN untuk bangun DKI
Menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta
2019, jalan Trans Papua sepanjang 4.330 Km tersambung semua
Kunjungan kerja ke NTT, Jokowi akan isi Bendungan Raknamo

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.