LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Puluhan nelayan di Palembang pakai konverter kit elpiji pengganti BBM

PT Pertamina Sumatera Bagian Selatan menyerahkan konverter kit yang akan dipasang di 90 unit perahu nelayan di Palembang sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar. Alat ini diyakini jauh lebih hemat berkali lipat dan menambah pendapatan nelayan.

2018-10-17 15:29:43
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina Sumatera Bagian Selatan menyerahkan konverter kit yang akan dipasang di 90 unit perahu nelayan di Palembang sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar. Alat ini diyakini jauh lebih hemat berkali lipat dan menambah pendapatan nelayan.

Secara bersamaan dilakukan pemasangan paket yang berisi alat konverter kit, mesin penggerak, baling-baling, tabung elpiji 3 kg dan aksesoris pendukung lainnya ke setiap perahu nelayan.

Pjs Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel Taufikurachman mengungkapkan, konverter kit tersebut merupakan program kerja sama dengan Kementerian ESDM. Sasarannya adalah nelayan yang sebelumnya menggunakan BBM jenis premium dan solar pada mesinnya.

Advertisement

"Konverter kit ini menggunakan elpiji 3 kg. Ada 90 nelayan yang menerima program," ungkap Taufikurrachman di Dermaga Sei Lais, Palembang, Rabu (17/10).

Dia menjelaskan, satu tabung gas elpiji 3 kg setara dengan 8 liter BBM. Hal ini membuat pemakaiannya menjadi jauh lebih hemat, satu tabung elpiji bisa dipakai untuk tiga sampai empat hari dengan harga eceran tertinggi gas di Palembang Rp 15.650.

"Bisa hemat biaya operasional 40 sampai 60 persen, bisa juga mengurangi emisi gas karbon yang dapat menyebabkan polusi udara dan air sungai," ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, tak sembarang nelayan yang menerima bantuan ini. Paket ini diberikan kepada nelayan kecil sesuai Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan, Perpres Nomor 126 tahun 2015, dan Kepmen 537 K/12/MEM/2016. Perahu juga sebelumnya berbahan bakar bensin, daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, dan tidak membantu illegal fishing.

"Jika tabung gas habis bisa dibeli di dekat pangkalan mereka, tidak sulit dan aman digunakan," kata dia.

Salah seorang nelayan, Bambang Mansur (46) mengaku sehari-hari dirinya mencari ikan di Sungai Musi menggunakan perahu ketek berbahan bakar bensin. Untuk dua hari mencari ikan, dia harus membeli bensin atau pertalite lebih dari dua liter.

"Mudah-mudahan bisa menghemat biaya dan menambah pendapatan keluarga," pungkasnya.

Baca juga:
Cari tambahan modal, Pertamina segera terbitkan surat utang global
Direktur keuangan prediksi laba Pertamina turun tahun ini
KPK telisik kasus investasi Pertamina di Aljazair era Karen Agustiawan
PGN tunggu kesiapan Pertamina lunasi akuisisi 51 persen saham Pertagas
735 Pangkalan elpiji Pertamina sudah beroperasi di Sulteng

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.