Pulang dari Korea, Erick Thohir Akan Bahas Mahalnya Harga Avtur Dalam Negeri
Sejauh ini Kementerian Perhubungan sendiri belum berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk membahas mengenai persoalan harga avtur. Mengingat, Menteri BUMN sendiri saat ini masih berada di Korea Selatan.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku belum ada rencana memanggil PT Pertamina (Persero) terkait mahalnya harga avtur. Saat ini, arga avtur dikeluhkan sebagai biang kerok mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia.
"(Ada rencana pemanggilan?) Sampai saat ini belum ada," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (26/11).
Arya menambahkan, sejauh ini Kementerian Perhubungan sendiri belum berkoordinasi dengan pihaknya untuk membahas mengenai persoalan harga avtur. Mengingat, Menteri BUMN sendiri saat ini masih berada di Korea Selatan.
"Belum koordinasi sama menteri perhubungan (Budi Karya Sumadi). Pak Menteri (Erick) masih di Korea Selatan. Setelah itu baru bisa lah ngomong," kata dia.
Menhub Budi Lakukan Koordinasi
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti Kementerian BUMN, Pertamina dan Maskapai Penerbangan untuk membahas harga avtur yang dinilai menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga tarif tiket pesawat.
Dia berharap, dalam waktu dekat bisa memberikan solusi bagi harga tiket pesawat melalui satu harga avtur yang lebih baik, mengingat pada angkutan Natal dan Tahun Baru nanti akan banyak masyarakat yang ingin bepergian dengan pesawat mengunjungi berbagai destinasi.
"Dalam waktu dekat ini kami ingin mengupayakan untuk memberikan memberikan solusi bagi harga tiket pesawat. Kami akan rapatkan dengan Kementerian BUMN, Pertamina dan stakeholder terkait untuk membahas soal avtur," kata Budi pada saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, di Senayan Jakarta, melalui keterangan resminya, Senin (25/11).
(mdk/idr)