PU-Pera catat hanya 15 persen truk masuk jalan tol
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan tak hanya jalan tol, pihaknya juga tetap melakukan perbaikan dan pembenahan jalan nasional atau jalur non tol.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan tak hanya jalan tol, pihaknya juga tetap melakukan perbaikan dan pembenahan jalan nasional atau jalur non tol.
Sebab, meski pemerintah telah membangun jalan tol untuk menyambungkan berbagai daerah di Indonesia, namun masih banyak truk yang memilih untuk melewati jalur non tol.
"Jadi kami prediksi dulu 40 persen sampai 60 persen angkutan logistik akan pindah ke jalan tol, tapi sekarang tidak. Hanya 15 persen," kata Arie di Gerbang Tol Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (13/8).
Menurutnya, hal ini dikarenakan masih banyak truk yang belum sesuai standar untuk bisa melewati jalan tol, seperti tipe barang logistik yang dibawanya, dan juga karena jalan tol yang belum tersambung.
Dia menambahkan, jalur non tol tak kalah pentingnya dengan jalan tol. Sebab, resiko terjadinya kecelakaan lebih banyak berada di jalur non tol, sehingga keamanan di jalur ini harus terus diperhatikan.
"Kaitannya dengan motor. Motor itu kan tidak masuk jalan tol. Dia masuk jalan nasional dan kecelakaan terbesar itu kan disumbangkan oleh motor. Jadi jalan nasional kita juga harus bagus," imbuhnya.
Baca juga:
Permudah izin pembangunan rumah, 3 Pemda diganjar penghargaan
Menteri Basuki: Kebutuhan masyarakat akan rumah sangat tinggi
GIIAS 2017, pengunjung bisa rasakan motoran di Papua seperti Jokowi
Cara pemerintah Jokowi cetak insinyur & tenaga kerja bersertifikasi
Pemerintah pastikan tak ada tol Kulon Progo-Borobudur, ini alasannya
Jalan perbatasan Kalimantan & NTT ditarget rampung 2019
Ini alasan pemerintah bangun aspal campur sampah meski lebih mahal