PT Timah uji coba olah bahan baku komponen ponsel
Indonesia kaya rare earth untuk teknologi tinggi. Tahun ini, PT Timah menganggarkan Rp 20 M olah logam langka itu.
Dalam minggu ini, PT. Timah Tbk akan segera memulai proyek percobaan pengolahan rare earth (logam tanah jarang). Pasalnya, selama ini materi mineral langka ini sangat dicari industri di Tiongkok dan Eropa.
Sisa pengolahan tambang PT Timah selama ini hanya ditumpuk. Perusahaan pelat merah ini tidak berani menjual karena belum dapat mengolahnya dalam bentuk rare earth. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai Rapim di Kantor Angkasa Pura II, Cengkareng, Banten, Kamis (6/3).
"Minggu-minggu ini sudah groundbreaking kalau mau, langsung jalan saja," ujarnya.
Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur kimia, dan sangat dibutuhkan industri teknologi tinggi. Bahan ini dibutuhkan buat komponen televisi, telepon seluler, sampai laptop.
Untuk prototipe pengolahan rare earth ini, PT Timah menganggarkan Rp 20 miliar dengan memproduksi Lantanum (La), Serium (Ce), Praseodinium (Pr), Neodinium (Nd). Empat produksi tersebut dipilih karena paling mahal dan diperlukan walaupun masih ada 9 produk lagi.
"Utama ekspor, ke depan pasti ada dalam negeri, karena itu diperlukan untuk Ipad, handphone, LCD, macam-macam,"ucapnya.
Adapun skema untuk pembangunan pengolahan rare earth pertama melalui kerja sama dengan BATAN. Lembaga ini memiliki teknologi pengolahan dan dapat menggunakan teknologi di pasar.
"Tahun ini jika membangun pengolahan rare earth, itu sejarah bagi Indonesia. Kita bisa masuk peta dunia. Rare earth dunia 80 persen diproduksi Tiongkok," ungkapnya.
(mdk/ard)