PT Softex Indonesia Jajaki Peluang IPO, Incar Pendanaan Rp7 Triliun
BEI akan segera kedatangan anggota emiten baru. PT Softex Indonesia menyampaikan keinginan untuk melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia, menyatakan manajemen Softex telah bertemu dengan pihak BEI terkait rencana IPO ini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera kedatangan anggota emiten baru. PT Softex Indonesia menyampaikan keinginan untuk melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO).
Sebelumnya, perusahaan yang disokong oleh Global CVC Capital Partners berharap bisa meraup dana segar sekitar USD 500 juta, atau setara Rp7 triliun usai IPO.
Saat dikonfirmasi, Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia, menyatakan manajemen Softex telah bertemu dengan pihak BEI terkait rencana IPO ini.
"Kemarin sudah bertemu, ya, dengan Pak Laks (Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), sedang dalam proses, kan ada diskusinya terlebih dahulu," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/9).
Dirinya menambahkan, BEI sangat terbuka untuk diskusi mengenai skema regulasi, sehingga nantinya manfaat menjadi perusahaan tercatat itu ada di semua pihak.
Selain itu, emiten BEI yang baru bergabung juga pasti akan diberikan gambaran mengenai hak dan kewajiban sebagai emiten terdaftar, agar dapat bertransformasi menjadi perusahaan publik yang terus berkembang.
"Misalnya, apa saja konsekuensi dari go public (IPO), kita bisa memberi pencerahan," tutupnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Usai IPO, SMKL Rencana Bangun Pabrik Baru dan Pasok Kantong Belanja Walmart
Resmi IPO, Perusahaan Pemasok Kemasan Adidas Cs Incar Dana Segar Rp213 Miliar
Resmi IPO, Saham Inocycle Technology dan Arkha Jayanti Persada Kompak Menghijau
Besok, Bursa Saham Kedatangan Dua Anggota Anyar
IPO, Perusahaan Jasa IT Peroleh Dana Rp222 Miliar
Resmi IPO, MNC Vision Networks Tawarkan Harga Rp240 per Lembar Saham
Resmi IPO, Saham Bima Sakti Pertiwi Kena Auto Rejection