PT SMI kucurkan pinjaman Rp 351 miliar untuk Kabupaten Tabanan dan Halmahera Selatan
Dalam perjanjian tersebut, Kabupaten Tabanan mendapatkan pinjaman senilai Rp 201 miliar dengan jangka waktu 8 tahun untuk pembangunan Rumah Sakit Umum daerah Tabanan. Sementara itu, Kabupaten Halmahera Selatan mendapatkan pinjaman dari SMI senilai Rp 150 miliar dengan jangka waktu 5 tahun.
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menandatangani kesepakatan pemberian pinjaman kepada pemerintah daerah Kabupaten Tabanan dan pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Dalam perjanjian tersebut, Kabupaten Tabanan mendapatkan pinjaman senilai Rp 201 miliar dengan jangka waktu 8 tahun untuk pembangunan Rumah Sakit Umum daerah Tabanan.
Sementara itu, Kabupaten Halmahera Selatan mendapatkan pinjaman dari SMI senilai Rp 150 miliar dengan jangka waktu 5 tahun. Ada pun pinjaman ini akan dipakai untuk membangun Pasar Tuakona Panamboang dan 3 ruas jalan di kota Labuha.
Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini, mengatakan jumlah pemda yang mengakses pinjaman daerah ini masih sangat sedikit. Dari total 450 Pemda yang eligible (berhak) untuk melakukan pinjaman, baru 46 Pemda yang tercacat menggunakan pinjaman daerah.
"Ada 542 pemerintahan daerah kalau kita lihat compliance check list terkait pinjaman daerah baru 450 yang eligible. Saat ini baru 21 Pemda yang mengakses dan kami baru memberikan offering letter ke 26 Pemda. Dari 450 Pemda sebetulnya baru 10 persen yang menggunakan," ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).
Oleh karena itu, Emma mengatakan, pihaknya akan terus berusaha mendorong semakin banyak pemerintah daerah yang menggunakan fasilitas pinjaman daerah ini. Salah satunya dengan terus menggenjot sosialisasi ke daerah-daerah terkait manfaat pinjaman.
"Masih banyak yang beranggapan bahwa meminjam itu sesuatu yang negatif. Ini yang akan terus kami sosialisasikan ke Pemda-Pemda untuk menggunakan pinjaman ini sepanjang dimanfaatkan untuk belanja modal yang produktif," jelas Emma.
Emma berharap dengan makin banyaknya pemda yang memanfaatkan pinjaman daerah, percepatan pembangunan infrastruktur dapat lebih ditingkatkan. "Kita berharap masih bisa dioptimalkan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Masih belum banyak daerah yang belum memanfaatkan pinjaman daerah ini. Ke depan ini yang harus kita dorong," tandasnya.
(mdk/azz)