Proyek terminal bandara Banyuwangi ditarget rampung akhir 2015
Terminal berkonsep hemat energi itu diharapkan beroperasi Maret 2016.
Pembangunan terminal Bandara Blimbingsari Banyuwangi ditargetkan rampung akhir 2015. Dengan begitu, pengoperasian bandara bisa dimulai Maret 2016.
Terminal tersebut dirancang hemat energi (green building). Hanya 25 persen ruangan terminal yang memakai mesin pendingin. Pencahayaan juga nantinya mengandalkan sinar matahari.
"Keberadaan green airport jika nanti sudah beroperasi akan sangat mendongkrak jumlah wisatawan. Perkembangan jumlah penumpang di bandara kami juga semakin meningkat," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam siaran pers, Sabtu (22/8).
Pada 2011, Bandara Banyuwangi melayani 7 ribu penumpang. Meningkat menjadi 24 ribu penumpang (2012) , 44 ribu penumpang (2013), 87 ribu penumpang (2014), dan 60 ribu penumpang (per Juni 2015).
"Kenaikan jumlah penumpang 1.142 persen dari 2011 ke 2014. Ini setelah kami promosi wisata. Nah setelah green airport itu nanti beroperasi dan menjadi landmark, pasti wisatawan akan melonjak drastis," jelas Anas.
Selain ramah lingkungan, Bandara Blimbingsari Banyuwangi juga mengadopsi kearifan lokal. Yaitu, arsitektur khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Atap bandara juga mengadopsi penutup kepala Suku Osing.
"Kami juga mengakomodasi budaya masyarakat yang selalu mengantar kerabatnya yang akan bepergian. Jadi nanti pengantar tidak bergerombol di terminal, tapi ada ruang khusus untuk para pengantar," kata Anas.
"Dengan bandara hijau, kami juga ingin lebih hemat. Saat bandara daerah lain butuh dana Rp 300 miliar, kami cukup sekitar Rp 40 miliar. Pemeliharaannya juga lebih murah."
(mdk/yud)