Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mundur satu tahun
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyebut operasional proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan mundur satu tahun dari target yang ditetapkan. Hal ini diketahuin Emil usai bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Proyek tersebut menurut Emil masih dalam proses pembebasan lahan.
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyebut operasional proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan mundur satu tahun dari target yang ditetapkan. Hal ini diketahuin Emil usai bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Proyek tersebut menurut Emil masih dalam proses pembebasan lahan.
"Lagi proses pembebesan lahan, saya enggak hafal. Tidak ada masalah saya sudah ketemu Pak Presiden Jokowi, beliau mengindikasikan 2020 sudah bisa digunakan mundur setahun yang seharusnya tahun 2019," ucap Emil saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (20/4).
Meski demikian, Emil tidak mengetahui alasan terlambatnya operasional kereta cepat tersebut. "Saya enggak tahu tanya pak presiden saja."
Di tempat sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum mengetahui kabar soal terlambatnya pembangunan dan operasional kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Tanya Pak Ridwan, nanti diskusikan lagi," kata Menhub Budi di lain kesempatan.
Budi sendiri mengaku belum dapat arahan dari Presiden Joko Widodo. Budi juga tidak mau komentar banyak mengenai kondisi konsesi jika proyek ini mundur.
"Jadi gini, kita mesti melihat dari beberapa sisi. Kalaupun akan mundur pasti ada kalkulasi, tapi sampai saat ini belum ada statement mundur," tutupnya.
Baca juga:
Basuki: Jembatan panjang kereta cepat Jakarta-Bandung sangat rawan
Kontrak proyek pembangunan kereta cepat resmi ditandatangani
Proyek kereta Jakarta-Surabaya matikan ratusan perlintasan sebidang
Luhut sebut kereta Jakarta-Surabaya telan dana Rp 30 triliun
Mei 2017, studi kelayakan kereta Jakarta-Surabaya digelar
Pemerintah masih kaji proyek kereta tabung cepat Hyperloop
Proyek kereta cepat bikin harga rumah di Bandung meroket